Selebriti Cafe Mansion Herman Deru DPRD


RS SH Maksimalkan Layanan Di Pelosok KOTIM

0

Sampit, Kalteng, jurnalsumatra.com – Pemerintah Kabupaten Kotawaringin Timur, Kalimantan Tengah meresmikan operasional Rumah Sakit Pratama Parenggean H Supian Hadi untuk memaksimalkan pelayanan kesehatan masyarakat di pelosok kawasan utara Kotim.
“Pengoperasian rumah sakit Supian Hadi (RS SH) tipe D ini untuk meningkatan pelayanan kesehatan yang berkualitas. Ini kebutuhan di wilayah Utara yang mencakup tujuh kecamatan yang wilayahnya sangat luas dan aksesnya memang sulit serta jauh dari Sampit, ibu kota kabupaten,” kata Kepala Dinas Kesehatan Kotawaringin Timur (Kotim) dr Faisal Novendra Cahyanto di Parenggean, Sabtu.
Pembangunan rumah sakit SH berkapasitas 50 tempat tidur ini menjadi salah satu prioritas Kementerian Kesehatan pada 2015 lalu. Ini merupakan satu dari empat rumah sakit pratama yang akan dibangun di Kotim untuk meningkatan pelayanan kesehatan di wilayah Utara, Selatan, Timur dan Barat Kabupaten Kotim.
Pembangunan rumah sakit ini sesuai rencana pembangunan yang ditetapkan Kementerian Kesehatan untuk rumah sakit tipe D. Rumah sakit ini dilengkapi poli umum, poli gigi, unit gawat darurat, laboratorium, radiologi, farmasi, ruang operasi dan keperawatan.
“Peralatan kesehatan sebagian besar tersedia dan akan dilengkapi secara simultan. Untuk beberapa tahun ke depan, rumah sakit ini harus ditingkatkan lagi sesuai kebutuhan. Tenaga kesehatannya berasal dari Puskesmas Parenggean I dan Parenggean II, serta nanti dilengkapi tenaga kontrak yang saat ini sedang diproses. Dengan ini, rawat inap di puskesmas I tidak diperlukan dan dijadikan puskesmas nonrawat inap,” jelas Faisal.
Tenaga operator akan dilatih khusus dan dimagangkan di RSUD dr Murjani Sampit. Namun rumah sakit ini masih membutuhkan tenaga dokter spesialis kebidanan atai kandungan, spesialis penyakit spesialis penyakit dalam, spesialis anak dan spesialis bedah. Sarana pendukung seperti perumahan dinas dokter juga belum
tersedia.
“Kami juga berterima kasih kepada bupati yang secara pribadi telah menghibahkan tanah untuk memenuhi syarat ketersediaan luas lahan bagi rumah sakit. Sesuai aspirasi masyarakat dan kesepakatan tokoh masyarakat, tokoh adat dan lainnya, rumah sakit ini didaftarkan registrasi dengan nama Rumah Sakit Pratama Parenggean (RSPP) H Supian Hadi,” ucap Faisal disambut tepuk tangan ratusan warga yang hadir saat peresmian.
Camat Parenggean Samsudin Molano menyampaikan terima kasih dari masyarakat atas terbangunnya rumah sakit tersebut. Ini sangat memudahkan masyarakat karena tidak perlu lagi harus menempuh perjalanan berjam-jam berobat ke RSUD dr Murjani Sampit.
Terkait pemberian nama H Supian Hadi untuk rumah sakit tersebut, Samsudin mengatakan hal itu merupakan hasil kesepakatan masyarakat, tokoh adat dan lainnya. Selain adanya peran Supian Hadi selaku bupati, pembangunan rumah sakit tersebut juga ada andil Supian Hadi secara pribadi karena telah menghibahkan tanah sekitar dua hektare untuk rumah sakit ini.
Sementara itu, Supian Hadi mengaku tidak memikirkan soal nama rumah sakit tersebut. Dia bersama Wakil Bupati HM Taufiq Mukri mendorong percepatan pembangunan rumah sakit tersebut karena melihat kebutuhan yang memang mendesak.
Supian mewanti-wanti penggunaan namanya menjadi nama rumah sakit tersebut jangan sampai menimbulkan masalah. Bahkan dia kembali menanyakan kembali kepada masyarakat yang hadir terkait masalah itu. Dengan serentak masyarakat mengacungkan tangan menandakan setuju penggunaan nama Supian Hadi untuk rumah sakit tersebut, disaksikan beberapa anggota DPRD Kotim.
“Masalah nama, saya tidak terlalu mempermasalahkannya. Saya tidak ingin nanti jadi masalah politik atau dipolitisir. Kalau masyarakat yang mengusulkan, ya saya menghargai. Pembangunan rumah sakit ini untuk memudahkan masyarakat mendapat layanan kesehatan,” ucap Supian Hadi.
Rumah sakit ini akan terus dikembangkan dan akan diupayakan melibatkan perusahaan besar swasta. Secara strategis, keberadaan rumah sakit ini juga menjadi penunjang perjuangan pembentukan Kabupaten Kotawaringin Utara. Supian kembali menegaskan bahwa dia tidak ada kepentingan politik karena tidak mungkin lagi dia mencalonkan diri sebagai bupati karena sudah menjabat dua periode.(anjas)