Selebriti Cafe Mansion Herman Deru DPRD


BOT Pasar Cinde Bisa Jalan Kalau Pedagang Digusur

0

PALEMBANG, jurnalsumatra.com – Rencana revitalisasi pasar cinde melalui sistem build operate transfer (BOT) selama 30 tahun molor dari jadwal semula dan mendapatkan respon kurang baik.

Saat dihubungi melalui via ponsel Dirut PT Magna Beatum Aldiron Hero Grup, M Fajar Tarigan, mengukapkan, saat ini masih menunggu dari Pemkot Palembang dan Pemprov Sumsel untuk segera melakukan sosialisasi terhadap para pedagang dan relokasi pedagang ke Opsinya di lapangan eks Cineplex. “Pada prinsipnya, kami bisa bekerja jika pedagang sudah bergerak (direlokasi),” ungkap Tarigan, senin (18/4/2016).

Sembari menunggu pemerintah bergerak, lanjut Tarigan, pihaknya sambil mengurus segala izin yang diperlukan untuk proses revitalisasi. Termasuk izin ke Dinas Tata Kota Palembang. Selain itu, pihaknya pun menyusun Detail Engineering Design (DED). Juga, mengurus analisa dampak lingkungan (amdal). Termasuk menunggu alih fungsi bangunan menjadi hak guna bangunan (HGB).

“Spesifikasi berupa hak pakai sedang diurus BPKAD ke Badan Pertanahan Negara (BPN) pusat untuk dikeluarkan hak pengelolahan-nya (HPL). Setelah itu, baru diproses HGB di atas HPL,” jelas Tarigan. Diakui Tarigan, pihaknya sangat optimis revitalisasi Pasar Cinde akan sesuai target. Termasuk, groundbreaking yang ditargetkan akan dilakukan pada Juni mendatang. “Sejauh ini masih on schedule. Kami tetap berharap teman Pemprov dan Pemkot pun bisa segera mendukung itu,” imbuhnya.

Berbagai polemik yang terjadi dikalangan para pedagang yang menolak rencana tersebut lantaran kerjasama bangun guna serah atau BOT dinilai tidak jelas dan merugikan pedagang.

Seperti diungkapkan Rudi, pedagang klontong lantai dasar. Menurut Rudi, dirinya menolak karena sistem BOT tidak jelas. Artinya, bagaimana setelah nantinya dibangun, apakah pedagang tetap boleh berjualan. Bahkan, dirinya khawatir setelah di revitalisasi harga sewa lapak akan mahal. ”Kalau sudah pasar modern, berarti sewa akan tinggi karena dikelolah pemerintah,” katanya, kemarin ketika ditemui dipasar Cinde.

Tidak hanya itu, sambung dia, hingga saat ini perwakilan pemprov maupun pemkot tidak pernah mendata dan mendatangi langsung para pedagang. ”Memang ada pemberitahuan dari kepala pasar, tapi itu hanya surat edara. Entar benar atau tidak,” ucap dia.

Padahal, lanjut Rudi, mau dirinya ada pertemuan dengan para pedagang. Hal senada diucapkan pedagang lainnya, Maya menyebutkan bahwa ia menolak cara pemerintah yang terkesan main bangun saja tanpa persetujuan dan pembahasan dengan para pedagang. “Kalau pemeritah sebelum berencana ini mengajak para pedagag diskusi, serius mencarikan solusi bagi pedagang dan menjadikan pasar semakin layak dan mampu menampung semua pedagang saya rasa ada yang setuju dengan rencana itu. Kami rasa ini harus dikomunikasikan lebih lanjut dengan diskusi bersama,” pungkasnya.

Terkait makam, kata Maya, dirinya tidak begitu paham soal itu. ”Ya, kami dengar juga soal itu. Tapi itu, mungkin urusan ahli waris,” tukasnya.(yuyun)