Umat Islam Sulut Berduka Meninggalnya Dua Tokoh

0

Manado, jurnalsumatra.com – Umat Islam Provinsi Sulawesi Utara (Sulut) berduka cita setelah dua tokoh agamanya, Sekretaris Majelis Ulama Indonesia (MUI) Sulut, H. Mahmud Lihawa (57) dan Imam besar Masjid Raya A. Yani Manado, H. Ismail Tunai (62) meninggal dunia yang hampir bersamaan waktu akibat sakit.
Kepala Kanwil Kementerian Agama Sulut, H. Sulaiman, Senin, mengatakan, dua hari terakhir ini, umat Islam Sulut ditimpa dengan musibah meninggalnya dua tokoh agama yang dibanggakan.
“Almarhum H. Mahmud Lihawa sosok pemuda cerdas, lugas dan terampil dalam berbagai kegiatan keormasan Islam, kiprahnya bukan hanya di Sulut saja, melainkan hingga ke pusat”, kata Sulaiman.
Menurut dia, umat islam merasa kehilangan atas berpulangnya ke Rahmatullah dua orang yang selama ini menjadi kebanggan karena tugas dan pengabdiannya kepada jamaah dan masyarakat.
Almarhum Mahmud Lihawa juga mantan ketua Badan Komunikasi Pemuda dan Remaja Masjid (BKPRM) Sulut, selain dipercaya sebagai Sekretaris Badan Komunikasi Mubaligh Sulut.
Sementara almarhum H. Ismail Tunai sebelumnya adalah Ketua Umum Panitia Hari-hari Besar Islam (PHBI) Manado dan Ketua Koordinasi Keimaman Masjid Sulut, ucap Sulaiman.
Sementara itu, Ketua Dewan Wilayah Syarikat Islam Sulut, H. Abdul Azis Tegela mengatakan, sosok almarhum Mahmud Lihawa dinilai sangat piawai dalam kegiatan organisasi, dimana beliau dipercayakan sebagai Wakil Ketua SI Sulut.
“Pada suatu rapat,  MUI Sulut meminta SI mengirimkan sejumlah kadernya di kepengurusan MUI dan kami mengutus almarhum karena keberadaannya”, kenang Tegela
Almarhum meninggal dunia akibat terjatuh dan tidak sadarkan diri selama tiga hari dalam perawatan rumah sakit Advent Teling, Manado dan meninggal pada Sabtu pagi (16/4) dan dikebumikan hari itu juga.
Sedangkan almarhum Ismail Tunai meninggal akibat sakit yang dideritanya selama kurang lebih satu tahun lebih dan menghembuskan nafas pada Minggu sore (17/4).
Pantauan Antara, ribuan jamaah mengusung kedua tokoh tersebut dari rumah duka menuju Masjid Raya A. Yani dan bahkan berdesak-desakan umat islam ingin menggotong jenazahnya.(anjas)

Share.