Selebriti Cafe Mansion Herman Deru DPRD


BPJS Curup: Naik Kelas Tidak Dikenakan Biaya

0

    Rejanglebong, jurnalsumatra.com – Badan Penyelenggara Jaminan Sosial Kesehatan Cabang Curup, Provinsi Bengkulu, menyebutkan pasien rumah sakit yang akan naik kelas karena keterbatasan ruang rawat tidak dikenakan biaya tambahan.
“Jika di rumah sakit ruangan pelayanan untuk kelas II sudah penuh, peserta BPJS kelas II bisa naik ke kelas I dengan lama pelayanan maksimal tiga hari. Untuk kejadian yang bersifat kasuistis ini mereka tidak dikenakan biaya tambahan,” kata Kancab BPJS Kesehatan Curup, Ardiansyah, saat menggelar rapat dengan Pemkab Rejanglebong, Senin.
Rumah sakit yang menjadi rujukan peserta BPJS Kesehatan di Rejanglebong, saat ini baru di RSUD Curup sehingga kemungkinan kejadian kekurangan kamar pelayanan berpotensi terjadi terutama di kelas VIP, kelas I dan kelas II.

    Pihak rumah sakit tidak dibenarkan menarik uang kelebihan pelayanan karena sifatnya bukan karena keinginan pasien. Jika ini dilakukan maka yang akan dirugikan adalah peserta BPJS.
“Pasien yang berobat ini ada yang keluar dan ada yang masuk, jadi pihak rumah sakit harus mengeceknya jika di kelas yang tadinya sudah ada yang kosong maka pasiennya bisa dipindahkan kembali,” katanya.
Selain itu kinerja dokter dan rumah sakit dalam memberikan pelayanan juga harus ditingkatkan sehingga orang yang sakit tidak lebih dari tiga hari dirawat.
Sementara itu, Direktur RSUD Curup Tanzilul Azhar dalam kesempatan itu mengatakan, pasien yang akan naik kelas telah diatur oleh manajemen RSUD Curup dan dikenakan biaya tambahan.
“Untuk naik kelas ini ada aturannya tersendiri dan dikenakan biaya, jika tidak rumah sakit akan rugi terus, apalagi pembayarannya disesuaikan dengan kelas peserta BPJS itu sendiri,” ujarnya.

    Plt Sekda Rejanglebong, Zulkarnain memimpin rapat koordinasi BPJS Kesehatan Curup dengan Pemkab Rejanglebong yang dihadiri oleh Dinas Kesehatan, Polres Rejanglebong, BPJS Ketenagakerjaan Curup dan RSUD Curup.
Selain itu, Ketua Komisi I DPRD setempat dan beberapa dinas/instansi lainnya. Sekda berharap tidak ada lagi kasus pungutan biaya diluar tanggungan BPJS, kemudian pembelian obat-obatan yang formularium nasional (fornas)
“Kita harapkan pelayanan rumah sakit ini diberikan sesuai dengan yang ditanggungkan sehingga tidak memberatkan RSUD atau pasien,” katanya.
Selain itu permasalahan-permasalahan ini agar tidak terulang lagi dan mengutamakan pelayanan termasuk tidak ada lagi obat yang ditebus di luar fornas, kata Zulkarnain.(anjas)