Selebriti Cafe Mansion Herman Deru DPRD


Akibat Salah Peruntukan Perumahan PNS Jakabaring Berantakan

0
Rumah PNS Jakabaring

Rumah PNS Jakabaring

PALEMBANG, jurnalsumatra.com – Perumahan Pegawai Negeri Sipil (PNS) OPI Jakabaring kondisi kini memprihatikan. Perumahan yang diperuntukan untuk pegawai yang kurang mampu tersebut hanya ditempati sebagaian kecil pegawai dan kebanyakan disewakan. Singkat kata, menjadi lahan bisnis oknum tidak bertanggung jawab.

Bahkan, perumahan yang dibuat dari batako dan genteng ala kadarnya tersebut tersebut masih kosong alias tidak berpenghuni. Ada pula rumah yang kondisi bangunanya hampir roboh. Dibagian depan rumah tersebut pun penuh ditumbuhi tanaman liar yang hampir menutupi rumah.

Tidak hanya itu, dipintu masuk pun dipajang jelas pengumuman Rumah di jual, rumah di kontrakan. “Ya, ini perumahan alex Noerdin ,” kata  Andi pedagang gerobak dibagian depan.

Menurut dia, di Opi Jakabaring ini ada dua perumahan PNS yakni di depan pintu masuk OPI (disini) dan di dekat danau. Kalau yang didekat danau sudah penuh. Sedangkan disini masih banyak yang kosong. Terutama bagian belakang.

Kata Andi, perumahan PNS ini ditempati PNS Pol PP. Namun banyak pula yang di kontrakan. Bahkan, sebagian besar penghuni bukan pemilik. “Kalau mau cari kontrakan masih banyak di belakang yang kosong terutama blok F dan E,” ungkap dia.

Sementara itu, Risma penghuni Blok A mengatakan, hampir seluruh penghuni pengkontrak. “Kalau kami menyewa dari keluarga,” kata ibu dua anak itu.

Dikataka Risma, perumahan ini memang posisi nya strategi tapi perumahan ini sering banjir terutama saat hujan deras sebab hunian ini lebih rendah dari jalan. “Kalau listrik dan PLN sudah ada,” tukasnya.

Berbeda dengan penghuni lain, yang enggan meninggali rumah tersebut karena dinilai tidak layak huni, bangunan rumah terbuat dari batako,  tidak tersedia Air bersih dan listrik. Padahal, saat perjanjian akad kredit kedua hal tersebut sudah ter cover. “Kami harus pasang sendiri,” ungkap dia.

Selain itu, kata dia, administrasi pun tidak masuk ke Palembang tapi di Banyuasin. “Banyak hal yang tidak mendukung karena kami tidak tinggali rumah disana. Meski rumah disana sangat strategi dan dekat mall,” tukasnya.(yuyun)