Selebriti Cafe Mansion Herman Deru DPRD


Tersendatnya Operasional Pasar Talang Kelapa Ada Mafia

0

Palembang, jurnalsumatra.com – Diduga selesainya bangunan fisik  Pasar Tradisional Talang Kelapa namun hingga saat ini belum juga dioperasionalkan, karena adanya mafia pasar yang bermain.

Hal ini disampaikan Pelaksana tugas (Plt) Asisten I bidang Pemerintahan, Sekretariat Daerah (Setda) Kota Palembang, Herly Kurniawan kepada jurnalsumatra.com “Belum dioperasikan nya Pasar Tradisional Talang Kelapa dikarenakan masalah administrasi, yang belum diselesaikan Satuan Kerja Perangkat Daerah (SKPD) terkait.” Jelasnya. Jumat (22/4).

Pasar bantuan dari Kemenperindag (Kementrian Perindustrian dan  Perdagangan) RI tersebut, dalam proses pengajuan izin pemanfaatan ke pusat. “Kita belum bisa mengoperasionalkannya, jika izin pemanfaatan pasar belum keluar. Saat ini, Dinas Perindustrian, Perdagangan dan Koperasi (Disperindagkop) Kota Palembang, baru akan menyiapkan surat izin tersebut dalam waktu dekat,” jelasnya, usai rapat persiapan pemanfaatan Pasar Talang Kelapa di ruang kerjanya,

Menurutnya dari hasil rapat bersama, pihaknya meminta agar Disperindagkop, segera mengajukan surat izin pemanfaatan pasar tradisional Talang Kelapa tersebut. Ditargetkan pemanfaatannya harus dimulai tahun ini dengan peruntukkan murni bagi pedagang.

Dikatakannya. tidak hanya itu, masalah lain yang membuat tersendatnya karena beberapa perizinan di Dinas Tata Kota dan BPM- PTSP Palembang segera diselesaikan. “Jika administrasi sudah selesai, maka Pemkot Palembang, akan mempersiapkan tim khusus, baik untuk administrasi pengelolaan, dan verifikasi pedagang yang akan menempati los di Pasar Talang Kelapa,” tambahnya

Tlm yang akan dibentuk untuk operasional pasar Talang Kelapa tersebut, akan terdiri dari pihak instansi terkait serta pihak kecamatan dan kelurahan. Karena, sesuai keinginan, pihak Kementrian dan Pemkot Palembang, los pasar atau kios, harus diisi oleh pedagang, bukan oknum pengawas atau bahkan pejabat yang meraup untung dengan menyewakan kembali los yang dia ambil.

Yang menjadi keinginan kita, pedagang yang tinggal di kawasan Alang-Alang Lebar (AAL) diprioritaskan untuk memiliki kios. Itu dibuktikan dengan kartu tanda pengenal dan foto barang dagangannya.

Jika sudah selesai, peran Camat AAL, sangat dibutuhkan, dalam merangkul para pedagang kaki lima (PKL) di wilayahnya untuk bisa masuk ke pasar AAL dan tim juga akan jemput bola ke dinas terkait tersebut jika memang ada syarat izin yang belum dipenuhi. Senin semua mulai bergerak,” pungkasnya (eddie)