Selebriti Cafe Mansion Herman Deru DPRD


KAI: KA Barang Anjlok Siap Melanjutkan Perjalanan

0

Semarang, jurnalsumatra.com – PT Kereta Api Indonesia (KAI) Daerah Operasi IV Semarang menyebutkan KA Barang CC 2061363 yang rangkaiannya anjlok di Batang, Jawa Tengah, siap melanjutkan perjalanan.
“Dari 20 gerbong yang ditarik kan tidak semuanya anjlok. Yang tidak anjlok, bisa melanjutkan perjalanan,” kata Kepala Humas PT KAI Daops IV Semarang Gatut Sutiyatmoko saat dihubungi dari Semarang, Senin.
Gatut bersama sejumlah jajaran PT KAI Daops IV Semarang masih berada di lokasi kejadian untuk memantau situasi dan perjalanan KA akibat kejadian tergulingnya KA barang yang mengangkut sebanyak 20 gerbong itu.
Sebagaimana diwartakan, KA Barang CC 2061363 jurusan Jakarta-Surabaya terguling dan anjlok di KM 78+925/790 di dekat perlintasan Sambong, Kabupaten Batang, Jateng, Senin, sekitar pukul 09.30 WIB.
Dari 20 gerbong yang diangkut KA barang itu, sebanyak 10 gerbong di antaranya, yakni enam gerbong terguling dan empat gerbong anjlok, sementara 10 gerbong lain beserta lokomotif masih di jalur.
“Dari 20 gerbong yang diangkut, yang anjlok ada 10 gerbong. Mulai gerbong nomor 10-19 (anjlok, red.), sementara gerbong nomor 1-9 dan gerbong terakhir (gerbong nomor 20, red.) aman,” katanya.
Ia menjelaskan gerbong yang tidak anjlok bisa melanjutkan perjalanan kembali ditarik lokomotif tersebut setelah dilakukan pengecekan, sementara gerbong yang anjlok akan dievakuasi.
“Yang melanjutkan perjalanan hanya gerbong nomor 1-9 karena tidak anjlok, namun gerbong nomor 20 kemungkinan tidak bisa ikut. Meski tidak anjlok, posisinya di belakang gerbong yang anjlok,” katanya.
Bantalan rel di lokasi kejadian mengalami kerusakan sehingga tidak bisa dilintasi gerbong nomor 20, lanjut dia, sehingga yang melanjutkan perjalanan ke Surabaya hanya sembilan gerbong.
Sejauh ini, kata dia, KAI masih melakukan penyelidikan untuk mengetahui penyebab anjlok dan tergulingnya KA barang yang dimasinisi Agung Susilo, dan asisten masinis Eko Fitrianto itu.
Evakuasi gerbong anjlok dan terguling yang mengangkut lempengan besi rol itu masih menunggu bantuan “crane”, sejenis alat berat yang didatangkan dari Solo, Bandung, dan Cirebon.(anjas)