DKP Lubuklinggau Kekurangan Kendaraan Angkutan Sampah

0

    Lubuklinggau, jurnalsumatra.com – Dinas Kebersihan dan Pertamanan Kota Lubuklinggau, Sumatera Selatan masih kekurangan kendaraan operasional pengangkutan sampah, sehingga sampah tak terangkur setiap harinya mencapai puluhan ton.
Kepala DKP Kota Lubuklinggau, KGS Effendi Feri, Selasa menjelaskan hingga saat ini pihaknya baru memiliki 18 unit armada yang mestinya harus ada sekitar 30-an unit, sedangkan pesonil suah cukup banyak.
Akibat kekurangan armada itu sisa sampah rumah tangga dan pasar yang diangkut dari lokasi terpaksa ditumpuk dekat kantor DKP, kemudian diangkut secara mencicil ke lokasi pembuangan atau Tempat Pembunagan Akhir (TPA).

    Kendala lainnya TPA yang ada sekarang sudah tidak mampu lagi menampung sampah yang setiap harinya mencapai 150 ton, sedangkan lokasi baru masih dalam perbaikan jalan menuju ke lokasi.
Lokasi pembuangan sampah yang tengah dibangun jalannya di Kelurahan Binjai, Kecamatan Lubuklinggau Selatan yang luasnya sekitar 3,5 hektare dan jauh dari pemukiman, namun aktifnya penggunaannya sekitar tahun depan.
Untuk saat ini bila dipaksakan sudah bisa, namun dikhawatirkan kendaraannya tidak mampu menempuh tanjakan yang sangat terjal dan masih berkoral.
Bila jalan itu sudah diaspal kendaraan akan mudah menjangkaunya dan insya Allah sampah yang ada di Kota Lubuklinggau seluruhnya bisa terangkut asal didukung saran angkutan yang layak.

    Ia menjelaskan dari 18 unit kendaraan angkutan sampah sekarang ini jenis truk baru lima unit kondisinya sebagian besar sudah memprihatinkan, sedangkan sisanya kendaraan kecil roda tiga, selain itu minta tambahan container sampah karena yang ada sekarang sudah tak layak digunakan.
Jumlah sampah di wilayah itu setiap hari meningkat akibat masyarakat membuang sampah masih sembarang tempat, dari rata-rata 150 ton per hari hanya terangkur sekitar 80 persen, sisanya diangkut secara bertahap dan distok pada lokasi tak mengganggu kenyamanan masyarakat.
“Kita membutuhkan TPA jauh dari pemukiman masyarakat seperti di Kelurahan Binjai sangat tepat, sedangkan TPA yang ada sekarang sudah penuh dan banyak bangunan rumah penduduk, khususnya tempat tinggal pemulung,” ujarnya.
Untuk mengurangi gundukan sampah di Kota Lubuklinggau, masyarakat diimbau untuk membuang sampah tidak sembarang tempat dan sudah disediakan container khusus di beberapa titik, katanya.(anjas)