Selebriti Cafe Mansion Herman Deru DPRD


Kejari Timika Komitmen Tuntaskan Korupsi Rumah Jabatan

0

Timika, jurnalsumatra.com – Kejaksaan Negeri Timika, Provinsi Papua, berkomitmen menuntaskan pengusutan kasus dugaan korupsi proyek renovasi rumah jabatan bupati Mimika di Kampung Karang Senang-SP3, Distrik Kuala Kencana tahun anggaran 2015 yang menghabiskan anggaran lebih dari Rp19 miliar.
Kepala Seksi Intel pada Kejari Timika Muhamad Rizal di Timika, Selasa, mengatakan jajarannya telah memeriksa lebih dari 10 orang saksi.
Para saksi yang dimintai keterangan tersebut antara lain kontraktor pelaksana, staf Pemkab Mimika pada Bagian Umum dan Perlengkapan serta pihak-pihak terkait yang terlibat langsung dalam pengerjaan proyek tersebut.
“Proses penyelidikan masih tetap berjalan. Kami terkendala pada keterbatasan personel jaksa fungsional untuk menangani beberapa perkara yang sedang ditangani. Tapi komitmen kami tetap sama yaitu menuntaskan penyelidikan dan penyidikan kasus tersebut,” kata Rizal.
Kejari Timika hingga kini belum berencana meminta Badan Pengawas Keuangan dan Pembangunan (BPKP) Perwakilan Papua untuk melakukan audit investigasi terhadap proyek renovasi rumah jabatan bupati Mimika tersebut.
“Kita belum sampai ke sana, tapi nanti pasti kita akan meminta BPKP untuk melakukan audit guna menghitung dugaan kerugian negaranya,” jelasnya.
Kepala Kejaksaan Negeri Timika Alex Sumarna beberapa waktu lalu mengatakan jajarannya masih fokus mengungkap praktik korupsi proyek renovasi rumah jabatan bupati Mimika, meskipun banyak pihak juga mendesak agar pihak kejaksaan untuk mengusut praktik korupsi pada proyek renovasi rumah jabatan wakil bupati Mimika dan rumah jabatan sekretaris daerah Mimika.
“Untuk sementara baru rumah negara (rumah jabatan bupati Mimika),” jelas Alex Sumarna.
Alex menegaskan bahwa jajarannya tidak bermain-main dalam mengungkap kasus tersebut.
“Pokoknya kalau kita temukan penyimpangan apakah penyalahgunaan kewenangan atau perbuatan melawan hukum maka kita akan tindak tegas. Kami juga berharap masyarakat Mimika proaktif mendukung penegakan dan pemberantasan korupsi,” ujar Alex.
Data yang dihimpun di Pemkab Mimika menyebutkan, proyek renovasi rumah jabatan bupati Mimika tahun anggaran 2015 mencakup tiga paket pekerjaan yaitu perbaikan (renovasi), penataan halaman dan pengadaan meubeler.
Pengadaan meubeler dan penataan halaman rumah jabatan bupati Mimika itu masing-masing menghabiskan anggaran lebih dari Rp7 miliar. Sedangkan perbaikan rumah tersebut menghabiskan anggaran sekitar Rp5 miliar.
Sejumlah mantan anggota DPRD Mimika periode 2009-2014 mempertanyakan membengkaknya anggaran renovasi tiga rumah pejabat Mimika yaitu rumah jabatan bupati, rumah jabatan wakil bupati dan rumah jabatan sekretaris daerah yang menghabiskan anggaran sekitar Rp35 miliar.
“Dulu saat kami tetapkan APBD 2015, anggaran renovasi tiga rumah itu tidak begitu besar, mengapa sekarang membengkak sampai Rp35 miliar. Itu keputusan siapa? Kami minta ini semua diusut tuntas,” ujar salah seorang mantan anggota DPRD Mimika.(anjas)