Selebriti Cafe Mansion Herman Deru DPRD


Gunung Kidul Buka Wisata Arsip

0

Gunung Kidul, jurnalsumatra.com – Kantor Perpustakaan dan Arsip Kabupaten Gunung Kidul, Daerah Istimewa Yogyakarta, akan membuka wisata arsip bagi masyarakat umum untuk memperkenalkan tentang pentingnya arsip.
Kepala Kantor Perpustakaan dan Arsip (KPA) Gunung Kidul Ali Ridlo di Gunung Kidul, Jumat, mengatakan pihaknya berencana membuat wisata edukasi yang bisa dimanfaatkan oleh masyarakat umum di depo arsip, Wonosari.
“Nanti kemungkinan 2017 sekolah bisa mengirimkan muridnya untuk belajar, dan melihat kumpulan arsip yang dimiliki pemkab,” katanya.
Ia mengatakan tidak hanya arsip tulisan, namun juga arsip bentuk foto maupun film dokumenter, dan bisa mengenal mengenai profil wilayah Gunung Kidul.
“Dapat diputar dalam sekaligus belajar, nanti depo arsip akan diskat-sekat,” kata dia.
Untuk arsip sendiri, pihaknya sudah melakukan digitalisasi. Diakuinya masih ada kendala di scaner. Yang dimiliki pihaknya masih standar.
“Sudah dilakukan alih media, untuk yang kartografi dianggarkan 2017,” ucapnya.
Ali Ridlo mengakui jika Sumber daya Manusia (SDM) di KPA khususnya sangat terbatas. Dari 11 arsiparis yang ada di Gunun Kidul. KPAD hanya memiliki empat orang, lainnya di sejumlah Satuan Kerja Perangkat Daerah (SKPD) lainnya.
“Untuk anggaran sudah naik, tetapi yang paling mendesak ini mengenai SDM,” ulasnya.
Arsiparis KPA Anik Purwandari untuk meningkatkan kesadaran tentang kearsipan dengan menyelenggarakan bimbingan teknik kepada SKPD. Selain itu, melakukan monitoring dan evaluasi agar setiap SKPD memberikan arsip statis untuk diserahkan ke depo arsip.
“Sudah dilakukan monev selama satu bulan,” katanya.
Diakuinya sampai saat ini kendala yang dihadapi dalam rangka menuju pengelolaan arsip yang baik. Seperti terbatasnya sumber daya manusia yang ahli pengelolaan arsip, ruang arsip dan sarana prasarana kearsipan yang minim, termasuk anggaran pengelolaan arsip yang masih minim.
Menurut dia, Gunung Kidul memiliki arsip tertua yakni 1953 tentang risalah DPRD Gotong Royong yang saat ini masih tersimpan di sekretaris dewan.
“Kalau arsip statis belum diserahkan karena belum didokumenkan. Kalau, arsip statis wajib diserahkan ke depo tetapi harus dibuat dokumen terlebih dahulu, Maret kami sudah lakukan monev disana,” katanya.(anjas)