Selebriti Cafe Mansion Herman Deru DPRD


Parwati Surjaudaja Masuk Dalam “Top 50 Asia’s Power Business Woman”

0
Parwati Surjaudaja Masuk Dalam “Top 50 Asia’s Power Business Woman”

Parwati Surjaudaja Masuk Dalam “Top 50 Asia’s Power Business Woman”

Palembang,  jurnalsumatra.com – Presiden Direktur dan CEO Bank OCBC NISP Parwati Surjaudaja termasuk dalam jajaran “Top 50Asia’s Power Business Woman” menurut versi Majalah Forbes Asia. Bersama 49 pemimpin wanita lainnya di seluruh Asia, Presiden Direktur Bank OCBC NISP merupakan salah satu pemimpin wanita yang inovatif dan memberikan perubahan yang baik bagi perusahaan yang dipimpinnya.

Forbes Asiadi bulan April setiap tahunnya memilih 50 Chief Executive Officer (CEO) perusahaan di berbagai bidang bisnis seperti keuangan, sosial, usaha kecil menengah (UKM), dan lain-lain di seluruh Asia untuk masuk dalam “Top 50 Asia’s Power Business Woman”.

“Apresiasi ini merupakan pengakuan atas prestasi keluarga besar Bank OCBC NISP dari masa ke masa,”ujar Parwati Surjaudaja.

Parwati Surjaudaja menjabat sebagai Presiden Direktur Bank OCBC NISP sejak tahun 2008. Terobosan yang pruden dalam membuat keputusan strategis telah membawa Bank OCBC NISP menjadi salah satu Bank yang bertumbuh secara berkesinambungan.  Sebagai seorang CEO dan Presiden Direktur, Parwati sangat menekankan open communication dimana dengan terbukanya menerima kritikan dan feedback dari semua  lapisan karyawan dan nasabah. Penerapan  budaya perusahaan (One PIC – OCBC NISP One, Professionalism, Integrity dan Customer  Focus yang di terapkan mulai dari top management sampai ke seluruh level karyawan) adalah inti dari segala aspek dalam menciptakan lingkungan yang kondusif.

Tekad Parwati Surjaudaja merealisasikan visi Bank OCBC NISP – menjadi bank pilihan dengan standar dunia yang diakui kepeduliannya dan terpercaya – dilakukan dengan berbagai macam transformasi bisnis dengan penuh kedisiplinan, komitmen dan semangat yang berkesinambungan.  ”Tidak ada yang tidak bisa” adalah salah satu prinsip yang kami terapkan dalam keseharian,” tambahnya.

Dimasa kepemimpinannya sejak tahun 2008, asset Bank OCBC NISP meningkat pesat dimana pada akhir 2015 Bank OCBC NISP berhasil membukukan asset menjadi Rp120,5 triliun atau naik sebesar 307% dari Rp 39,3 triliun pada tahun 2008.Parwati Surjaudaja juga telah dianugerahi sejumlah penghargaan, antara lain “CEO Terbaik” dalam Bisnis Indonesia Award 2015.

Sekilas tentang  Parwati  Surjaudaja,  Parwati Surjaudaja menjabat sebagai Presiden Direktur & CEO Bank OCBC NISP sejak 2008 dan telah lebih dari 25 tahun berkarir di industri keuangan. Sebelum menjabat sebagai Presiden Direktur & CEO, pernah menjabat sebagai Wakil Presiden Direktur (pada 1997 – 2008) dan sebagai Direktur yang menangani berbagai bidang termasuk SDM, Keuangan dan Perencanaan pada tahun 1990-1997. Mengawali karir sebagai Konsultan Senior di SGV Utomo/Arthur Andersen (sekarang Accenture) selama hampir 3 tahun dari 1987 setelah meraih gelar MBA (Accounting) dari San Fransisco State University, USA di tahun yang sama. Tahun 1985, mencatatkan prestasi sebagai BSc Cum Laude (Accounting and Finance) dari San Fransisco State University, USA. Berpartisipasi menjadi salah satu pengurus Ikatan Bankir Indonesia (IBI) dari tahun 2011 dan pengurus Perbanas untuk periode tahun 2012 sampai dengan sekarang.

Sekilas tentang Bank OCBC NISP, Bank OCBC NISP didirikan di Bandung pada tahun 1941 dengan nama Nederlandsch Indische Spaar en Deposito Bank. Bank OCBC NISP melayani nasabah melalui lebih dari 339 jaringan kantor di 60 kota di Indonesia, dilengkapi dengan 753 unit ATM OCBC NISP yang dapat diakses di lebih dari 161.000 jaringan ATM LINK, ATM Bersama, PRIMA, serta sekaligus terhubung dengan 889 jaringan ATM OCBC Group di Singapura dan Malaysia. Per 31 Maret2016, OCBC  NISP mengelola simpanan nasabah sebesar  Rp 89, 6 triliun dan aset Rp119,4 triliun. Dalam menjalankan bisnis dengan fokus pada pembiayaan UKM dan konsumsi, Bank OCBC NISP mendapat dukungan dalam berbagai bidang termasuk sisi permodalan dari OCBC Bank Singapura sebagai pemegang saham pengendali sebesar 85,08%.(rel/Jkt/edchan)