Selebriti Cafe Mansion Herman Deru DPRD


Polres OI Amankan BIN Gadungan

0
INDRALAYA, jurnalsumatra.com – Petugas Polres Ogan Ilir (OI) menangkap Oknum Pegawai Negeri Sipil (PNS) yang bertugas di Dinas Kehutanan (Dishut) Pemerintah Provinsi (Pemprov) Sumsel Rabu (27/04/2016), M. Hatta (56) di kawasan Jalan Sarjana, Kelurahan Timbangan, Kecamatan Indralaya Utara Kabupaten OI.
Tersangka ditangkap lantaran mengaku sebagai anggota Badan Intelijen Negara (BIN) lengkap dengan identitasnya. Berupa tanda pengenal atau ID Card, Kartu Tanda Anggota (KTA) BIN serta senjata api rakitan (Senpira) jenis revolver berikut empat butir amunisi. Selain mengamankan barang bukti tersebut, petugas juga menyita mobil Fortuner putih, BG 1123 TB.
Berdasarkan Informasi, berawal dari informasi masyarakat yang menyatakan kalau tersangka melepaskan tembakan beberapa kali di sebuah kebun ubi di Jalan Sarjana. Aksi tersangka itu membuat masyarakat resah.
Mendapati laporan itu, petugas Polres OI bekerjasama dengan Polsek Indralaya langsung menuju ke Tempat Kejadian Perara (TKP). Alhasil, M. Hatta pun dapat diamankan tanpa perlawanan berarti. Namun sebelum diamankan, M. Hatta meyakinkan polisi jika dirinya seorang anggota BIN.
Merasa curiga dengan gerak gerik tersangka, petugas membawanya ke Mapolres OI untuk menjalani pemeriksaan. Setelah dilakukan pemeriksaan di BIN Daerah, nama M. Hatta tidak terdaftar sebagai anggota BIN.
“Dari hasil pemeriksaan, M. Hatta mengklaim direkrut oleh oknum berpangkat Mayjen B dan Letkol T, tahun 2013 di sebuah hotel di Jakarta untuk menjadi anggota BIN,” ungkap Kapolres OI, AKBP Denny Yono Putro melalui Kasat Reskrim, AKP Haris Munandar.
Menurut Kasat, saat perekrutan M. Hatta melampirkan KTP, ijazah dan uang senilai Rp 50 juta melalui transfer ke oknum yang mengaku berpangkat Mayjen. Oleh oknum perwira tinggi tersebut, tersangka mendapatkan senpi, identitas diri berupa KTA dan tiap tahun tersangka harus mentransfer Rp 10 juta untuk perpanjang izin senpi tersebut.
“Atas kepemilikan senpi tanpa izin ini, tersangka dijerat Pasal 1 ayat 1, UU Darurat No 12/1951 dengan ancaman hukuman maksimal seumur hidup. Semua barang bukti seperti senpi, KTA BIN, KTP termasuk kendaraan Fortuner masih diamankan untuk penyelidikan lebih lanjut,” Tutupnya. (Edi)