Selebriti Cafe Mansion Herman Deru DPRD Ramadhan


Siswa Smp Tapteng Temukan Pembasmi Hama Keong

0

Pandan, Sumut, jurnalsumatra.com -  Ari Ananda Tarigan, siswa SMP Negeri 1 Pandan, Kabupaten Tapanuli Tengah (Tapteng), Sumatera Utara, menemukan obat pembasmi hama keong mas melalui cara alami.
“Cairan pembasmi hama keong mas itu berasal dari daun sipait-pait,” katanya di Pandan, Sabtu.
Berkat temuannya itu, Ari bersiap untuk berlomba di ajang Olimpiade Sains Nasional (OSN) tingkat nasional di Kota Lampung dalam waktu dekat ini.
Ia mengatakan bahwa temuan itu berawal dari tugas sekolah dari guru.
Ari menganalisis kandungan serat dari daun sipait-pait dan mengombinasikan dengan cairan air biasa.
Hasilnya bisa membunuh hama keong mas, bahkan daun tersebut banyak ditemukan di dekat sekolah dan juga di Tapteng.
Berangkat dari penemuan tidak disengaja itu, pelajar SMP N 1 Pandan, Tapanuli Tengah, ini melakukan penelitian lanjutan.
Berdasarkan penelitian yang dia lakukan, daun sipait-pait memang mampu menjadi pestisida pembasmi keong mas.
“Awalnya dari ketidaksengajaan saya memilih bahan alami, yakni daun sipait-pait dan daun lainnya untuk dijadikan bahan penelitian untuk tugas sekolah,” katanya.
Guru Fisika SMP Negeri 1 Pandan Agus Hutabarat mengatakan bahwa penelitian tersebut hanya sebatas menguji khasiat daun sipait-pait dan daun lainnya untuk membasmi keong mas.
Mereka tidak membahas bentuk pengemasan ideal daun sipait-pait dalam membasmi hama.
“Perlu ada penelitian lanjutan untuk mempermudah penyebaran daun sipait-pait ini dengan membuat produk ini menjadi bentuk tablet kecil atau dipadatkan seperti pupuk,” katanya.
Menanggapi hasil temuan tersebut, Kepala Dinas Pendidikan Tapteng, Drs. Delta Pasaribu mengatakan temuan siswa itu sangat inovatif dan juga mengingatkan semua pihak, khususnya para petani bahwa dengan cara tradisional bisa juga untuk mengusir atau membunuh hama.
“Bahan alami tidak berbahaya terhadap lingkungan karena tidak ada residu kimia yang dihasilkan,” katanya.
Pihak Dinas Pendidikan Tapanuli Tengah berharap segera dilakukan analisis terhadap temuan itu dan bisa dikomersialkan.
“Kami akan melakukan pendampingan terhadap inovasi-inovasi yang bermanfaat,” katanya.(anjas)