Selebriti Cafe Mansion Herman Deru DPRD


Brahma International Tidak Tebus Sandra Abu Sayaff

0

Jakarta, jurnalsumatra.com – PT Brahma International yang merupakan pemilik kapal tongkang Anand 12 dan kapal tunda Brahma 12 yang disandra kelompok Abu Sayaff, mengaku pihaknya tidak mengeluarkan tebusan untuk membebaskan 10 awak kapalnya yang ikut disandera bersama kapal tersebut.
“Semuanya kami serahkan pada tim negosiator. Tidak ada penyerahan uang dari PT Brahma International ke para penyandera,” kata Legal and External Relation PT Brahma International Yan Arief dalam jumpa pers di Gedung Permata Kuningan, Jakarta Selatan, Senin.
Atas keberhasilan dibebaskannya 10 orang awak kapal yang disandera di Filipina oleh kelompok Abu Sayaff, Yan mengatakan PT Brahma International dan PT Patria Maritime Lines mengucapkan syukur dan berharap kejadian ini tidak terulang kembali.
“Saya mewakili PT Brahma bersama-sama dengan mitra kami PT Patria Maritime Lines, mengucapkan terima kasih pada pemerintah RI dalam hal ini Presiden dan jajaran menteri kabinet kerja, Menko Polhukam, Menlu serta pihak lain yang membantu pembebasan sandera awak kapal. Dan juga Kedubes kita di Filipina dan pemerintah Filipina,” ucap Yan.
Menurut Arief, pembebasan 10 awak kapal yang disandera itu adalah berkat negosiasi di bawah kendali pemerintah Indonesia.
“Pembebasan itu terkait bantuan dari pemerintah di bawah tim negosiator. Namun apakah mereka menggunakan tebusan atau tidak saya tidak tahu,” tuturnya.
Dari informasi yang dihimpun, PT Brahma adalah pemilik kapal tongkang Anand 12 dan kapal tunda Brahma 12 yang diawaki 10 orang WNI. Sedangkan bertindak sebagai operator kapal adalah PT Patria Maritime Lines.
Saat dibajak, kapal Brahma 12 tengah menarik kapal tongkang Anand 12 yang mengangkut lebih dari 7.000 metrik ton batu bara. Batu bara itu milik PT Antang Gunung Meratus. Kapal itu berlayar dari Sungai Puting, Kabupaten Tapin di Kalimantan Selatan menuju Batangas, Filipina Selatan.(anjas)