Selebriti Cafe Mansion Herman Deru DPRD


Giliran, Mantan Kabid PPI PU Pengairan Provinsi Ditahan

0
Giliran, Mantan Kabid PPI PU Pengairan Provinsi Ditahan

Giliran, Mantan Kabid PPI PU Pengairan Provinsi Ditahan

Lahat, jurnalsumatra.com – Proyek peningkatan saluran irigasi di Desa Pelajaran, Kecamatan Jarai, Kabupaten Lahat tahun anggaran 2013, yang menelan dana sebesar Rp 1.5 Miliyar itu, terus meminta tumbal.

Setelah, Pejabat Pembuat Teknik Kegiatan (PPTK) yang bernama Robert, dinyatakan bersalah, serta telah merugian uang Negara dan, divonis oleh Majelis Hakim Tipikor Pengadilan Tinggi Provinsi Sumsel, putusan 1 tahun, 8 bulan dan denda sebesar 50 juta, subsider 2 bulan.

Belum berhenti disitu saja, ternyata proyek yang menelan dana Miliyaran rupiah ini, terus meminta tumbal. kemarin, Senin (2/5), pihak Kejaksaan Negeri (Kejari) Lahat kembali menahan Ir. Novandaya, MM selaku mantan Kepala Bidang (Kabid) Pembagian  Peningkatan Irigasi (PPI) Dinas PU. Pengairan Provinsi Sumatera Selatan, yang sekaligus sebagai kuasa pengguna anggaran (KPA) pada proyek peningkatan saluran irigasi di Desa Pelajaran, Kecamatan Jarai, Kabupaten Lahat Tahun anggaran 2013, sebesar 1, 5 Miliyar rupiah itu.

Novandaya, datang memenuhi panggilan pihak Kejari Lahat sekira pukul 10.00 WIB, pagi kemarin dengan didampingi 2 kuasa hukumnya. Terlihat, pria paruh baya ini menggunakan kemeja lengan pendek saat digiring Tim Penyidik Pidana Khusus (Pidsus) Kejari Lahat menuju Lapas kelas IIA Lahat, kelurahan Kota Negara, Kecamatan Lahat.

“Pemanggilan terhadap mantan Kabid Pembagian  Peningkatan Irigasi (PPI) Dinas PU. Pengairan Provinsi Sumatera Selatan, yang sekaligus sebagai kuasa pengguna anggaran (KPA) pada proyek peningkatan saluran irigasi di Desa Pelajaran, Kecamatan Jarai ini, telah memasuki tahap dua,” ungkap Kejari Lahat, Helmi Hasan, SH, MH, melalui Kasi Pidsus, Rifqi Arialpha, SH, MH, didampingi Kasi Intelijen, Indra Abdi Perkasa, SH, sesaat sebelum menggiring terduga selaku tersangka Novandaya ke Lapas.

Dijelaskan Rifqi, tahap 2 ini artinya, penyerahan tersangka dari Jaksa Penyidik ke Jaksa Penuntut Umum (JPU), terkait dugaan korupsi pada Proyek peningkatan saluran irigasi Desa Pelajaran, Kecamatan Jarai, Kabupaten Lahat. Yang telah merugikan Negara sebesar kurang lebih 700 juta. Mantan Kabid, sekaligus selaku KPA ini, ditahan dan dijelboskan kedalam kejurji besi, karena berdasarkan fakta dan dari keterangan tersangka sebelumnya yang didukung oleh kelengkapan berkas perkara (P21) dari Tim Penyidik.

“Kita berhak menahan tersangka, sebelum masuk masa persidangan di Pengadilan Tipikor Palembang. Untuk tersangka sendiri, akan kita jerat dengan Primer Pasal 2 ayat (1) junto Pasal 18, UU. RI Nomor 31 Tahun 1999, tentang Tindak Pidana Korupsi,” cetus Rifqi.

Saat disinggung wartawan, tentang upaya penangkapan terhadap 1 tersangka lain, Syafrudin Fanani yang merupakan Kontraktor proyek tersebut.  Helmi selaku Kejari Lahat menyampaikan, pihaknya telah melakukan upaya  pemantauan dan pencarian dirumah tersangka. “Untuk kontraktor proyek yakni, Syafrudin Fanani sendiri sudah kita tetapkan selaku tersangka. Bahkan, kita sudah mencari sampai ke Palembang. Lalu, kita layangkan surat permintaan pencarian kepada Kejati,” tegas Helmi.

Oleh sebab itu, Helmi berharap, surat permohonan yang dilayangkan ke Kejati Sumsel itu, dapat segera diteruskan ke Kajagung. Namun  sesuai dengan jenjang, pihaknya sudah melakukan pencarian melalui monitoring center untuk dimasukkan ke Daftar Pencarian Orang  (DPO) Kejaksaan Agung RI.

“Kita mintak serta menghimbau kepada tersangka, agar segera menyerahkan diri. Karena sudah masuk daftar pencarian orang (DPO), oleh pihak Kejaksaan,” pesan Kejari Lahat. (Din)