Selebriti Cafe Mansion Herman Deru DPRD


31 Anggota DPRD NTB Jalani Tes Urine

0

Mataram, jurnalsumatra.com – Sebanyak 31 orang dari 65 anggota DPRD Nusa Tenggara Barat menjalani tes urine dari Badan Narkotika Nasional saat pelaksanaan sidang paripurna tengah berlangsung, Rabu.
Ketua DPRD NTB  Umar Said di Mataram, mengakui tes urine atau narkoba kepada anggota DPRD itu dilakukan secara mendadak tanpa diketahui anggotanya.
“Tes ini hanya pimpinan saja yang tahu. Karena kita baru berkoordinasi dengan BBN pad pagi hari (Rabu, red),” katanya.
Ia mengatakan, tes urine yang dilakukan anggota DPRD dengan BNN Provinsi NTB tersebut membuktikan anggota DPRD berkomitmen untuk memerangi narkoba. Dengan harapan anggota legislatif terbebas dari pengaruh narkotika dan obat terlarang lainnya.
“Selama ini kesan wakil rakyat di masyarakat miring. Tetapi hari ini kita membuktikan perang terhadap narkoba,” ujarnya.
Disinggung minimnya kehadiran anggota DPRD yang menjalani tes urine meski dilangsungkan di tengah-tengah berlangsungnya sidang paripurna, Umar menegaskan bagi anggota DPRD yang belum mengikuti tes diwajibkanmenjalaninya pada sesi berikutnya.
“Bagi yang belum kita jadwalkan ulang, tetapi kalau tetap kita jadwalkan lagi. Pokoknya semua anggota DPRD NTB harus mengikuti tes urine,” ucapnya.
Ia menambahkan, adanya surat edaran Menteri Dalam Negeri untuk melakukan tes urine terhadap anggota legislatif dan pejabat cukup bagus. Bahkan, pihaknya sangat mendukung.
“DPRD tidak cuek. Justru kami menindaklanjuti edaran Mendagri itu,” ujarnya.
Untuk Fraksi Demokrat, ujar Umar, sudah melakukan tes urine lebih dulu bersama fraksinya pada, Senin (2/5), sehingga tidak ada masalah. Bahkan, untuk menjadi DPRD NTB bersih narkoba, pihaknya mengusulkan agar tes urine dilakukan setiap tahun, bahkan per enam bulan.
“Kalau kurang anggaran kita akan bantu nanti melalui APBD,” katanya.
Anggota DPRD NTB berjumlah 65 orang. Sedangkan, yang mengisi daftar hadir pada saat sidang paripurna, sebanyak 43 orang. Namun, yang menjalani tes urine hanya 31 orang, sementara empat orang pergi meninggalkan ruang sidang tanpa menjalni tes urine.
“Bagi yang belum sedang kita susun waktu pemeriksaannya kembali. Sedangkan untuk empat orang akan kita telusuri,” kata Kepala Bidang Pemberantasan BNN Provinsi NTB AKBP Bunawar.
Sementara untuk hasilnya, Bunawar mengaku belum bisa memberi jawaban karena harus menunggu hasil uji tes urine yang sudah dijalani ke-31 anggota DPRD NTB tersebut.
“Kalau hasilnya, apakah positif atau negatif kita belum tahu, karena masih dalam pemeriksaan,” katanya.(anjas)