BNN NTT TES Urine SATGAS Pamtas RI-RDTL

0

Kupang, jurnalsumatra.com – Badan Narkotika Nasional Provinsi (BNNP) Nusa Tenggara Timur melakukan pemeriksaan kesehatan dan tes urine kepada personel TNI yang tergabung dalam Satuan Tugas Pengamanan Perbatasan (Satgas Pamtas) RI-RDTL Sektor Barat Yonarmed 11 Kostrad.
Kepala BNN Kombes (Pol) Sulistiandriatmoko M.Si mengatakan tes urine anggota TNI di perbatasan Timor Tengah Utara-Oecusse itu dilakukan mengingat Timor Leste sangat potensial menjadi daerah transit peredaran narkoba,” katanya di Kupang, Kamis.
Apalagi katanya pengamanan yang selama ini dijalankan tidak menggunakan x-ray di perbatasan, sehingga rentan masuknya narkoba dan mengganggu serta merusak kesehatan anggota yang menjaga batas di wilayah barat di Kabupaten Timor Tengah Utara (TTU) Provinsi NTT.
“Menciptakan lingkungan yang sehat dan bebas narkoba merupakan perintah Panglima TNI, sehingga perlu diperangi semua pihak terutama anggota TNI. Jika terdapat anggota yang positif mengkonsumsi narkoba, maka sesuai perintah Panglima akan dipecat,” tegasnya.
Ia mengatakan penegasan itu sesuai perhatian pemerintah pusat terhadap peredaran narkoba sudah sangat serius bahkan sudah sangat memprihatinkan karena semakin meluas dan telah merenggut nyawa manusia.
“Keprihatinan maraknya peredaran dan penyalahgunaan narkoba selama inilah yang mendorong Komandan Satgas Pamtas RI-RDTL Sektor Barat Letkol Arm Teguh Tri Prihanto Usman menggandeng BNNP NTT untuk melaksanakan kegiatan sosialisasi narkoba dan tes urine,” katanya.
Sebelum melakukan tes urine, BNNP NTT terlebih dahulu menggelar sosialisasi narkoba kepada seluruh prajurit Armed 11 Kostrad di Mako Satgas Noemuti Kecamatan Noemuti Kabupaten Timor Tengah Utara.
Komandan Satuan Tugas Pengamanan Perbatasan (Dansatgas Pamtas) RI- Timor Leste, Letnan Kolonel Arm Teguh Tri Prihanto Usman mengatakan tes urine ini dilakukan untuk mengetahui anggotanya yang menggunakan narkoba.
“Di tempat lain, banyak ditemukan anggota TNI yang gunakan narkoba, makanya kami tes urine anggota disini,” katanya.
Usman membenarkan kejadian di beberapa tempat yang melibatkan anggota militer, sehingga menurutnya perlu dilakukan sosialisasi dan tes urine untuk mengantisipasi kejadian serupa terjadi di Satuan Tugasnya.
Namun hasil tes urine yang dilakukan bagi personel TNI di Satgas Pamtas itu, tidak ditemukan adanya anggota yang menggunakan narkoba.
“Alhamdulilah setelah satu persatu personel TNI Yonarmed 11 Kostrad dalam Satgas Pamtas itu diambil urine untuk diperiksa terkait penggunaan narkoba, tidak ada satupun anggota dalam kesatuan itu yang terbukti mengonsumsi atau mengidap jenis obat terlarang itu,” katanya.
Hal ini (ketidakterlibatan anggota mengonsumsi narkoba) merupakan tekad TNI-AD khususnya Satuan Tugas Pengamanan Perbatasan RI-RDTL Sektor Barat Yonarmed 11 Kostrad untuk menciptakan lingkungan yang bebas dari pengaruh obat-obat terlarang seperti narkoba.
Narkoba, lanjut Usman, merupakan ancaman nyata. Bahkan, Presiden Joko Widodo (Jokowi) telah menetapkan Indonesia sebagai negara darurat narkoba.
“Kita tahu narkoba itu ancaman nyata, kita sudah darurat narkoba seperti yang dikatakan Presiden. Dan beberapa tahun sebelumnya, itu memang sudah ada anggaran di TNI AD untuk pemberantasan narkoba,” tuturnya.
Untuk diketahui Badan Narkotika Nasional Provinsi terus menjalin kerja sama dengan sejumlah instansi pemerintah dan swasta guna mendeteksi penggunaan narkoba lewat tes urine.
Tes urine telah dilakukan di sejumlah instansi yang tergabung dalam forum komunikasi pimpinan daerah (Forkopimda) tingkat provinsi dan kabupaten/kota, termasuk Satgas Pamtas dan lembaga vertikal lainnya.(anjas)