Selebriti Cafe Mansion Herman Deru DPRD


BPS : Pengangguran Di SUMBAR Turun 1,08 Persen

0

Padang, jurnalsumatra.com -  Badan Pusat Statistik (BPS) Sumatera Barat (Sumbar) mencatat  tingkat pengangguran terbuka di wilayah itu turun dari 6,89 persen pada Agustus 2015 menjadi 5,81 pada Februari 2016 atau berkurang 1,08 persen.
“Jumlah pengangguran saat ini 149,69 ribu jiwa, jika sebelumnya berdasarkan tingkat pendidikan  didominasi lulusan SMA saat ini bergeser menjadi pendidikan setara diploma yang mencapai 13,69 persen,” kata Kepala BPS Sumbar Dody Herlando di Padang, Jumat.
Menurut dia jumlah pengangguran untuk tingkat pendidikan sarjana saat ini mencapai 10,12 persen dan terendah lulusan SMP sebanyak 2,65 persen.
Jika dibandingkan Februari 2015, di semua level pendidikan terjadi penurunan, kecuali level SD naik 2,37 persen dan diploma naik 4,82 persen, ujarnya.
Sementara penyerapan tenaga kerja hingga Februari 2016 masih didominasi oleh penduduk bekerja berpendidikan rendah yaitu SD sebanyak 903,81 ribu orang  atau 37,23 persen dan SMP  sebanyak 473,33 ribu atau 19,50 persen.
Penduduk bekerja berpendidikan tinggi hanya sebanyak 328,57 ribu orang mencakup 98,72 ribu orang atau 4,07 persen diploma dan  229,85 ribu orang atau 9,47  persen  universitas, katanya.
Pada sisi lain menurutnya struktur lapangan pekerjaan penduduk bekerja hingga Februari 2016 tidak mengalami perubahan karena sektor penyumbang terbesar masih pertanian, perdagangan, industri, konstruksi, transportasi, pergudangan dan komunikasi jasa kemasyarakatan, serta keuangan.
Ia menjelaskan angkatan kerja adalah  penduduk berusia 15 tahun atau  lebih yang bekerja, atau punya pekerjaan namun sementara tidak bekerja.
Ia menambahkan penganggur terbuka adalah masyarakat  yang tidak  punya pekerjaan dan mencari pekerjaan atau  sedang mempersiapkan usaha, atau  tidak mencari kerja karena merasa tidak mungkin mendapatkannya serta mereka yang sudah punya pekerjaan tapi belum mulai bekerja.
Sebelumnya Kepala Dinas Tenaga Kerja dan Transmigrasi Sumbar Sofyan mengatakan, pihaknya mendorong balai latihan kerja menyiapkan tenaga kerja siap pakai.
“Melalui BLK, para pencari kerja  diberikan pelatihan untuk bidang tertentu sehingga mereka siap bersaing di dunia kerja,” kata  dia.
Ia menyebutkan saat ini ada sembilan BLK di Sumbar, enam di kabupaten dan kota, dua di provinsi dan satu di pusat.(anjas)