Selebriti Cafe Mansion Herman Deru DPRD


HMI Tanjungpinang Desak Saut Situmorang Mundur

0

    Tanjungpinang, jurnalsumatra.com – Himpunan Mahasiswa Islam Kota Tanjungpinang dan Kabupaten Bintan, Provinsi Kepulauan Riau, mendesak Wakil Ketua Komisi Pemberantasan Korupsi Saut Situmorang mengundurkan diri karena mengaitkan pejabat korup dengan alumni HMI.
Ketua HMI Tanjungpinang dan Bintan Ardiansyah dalam unjuk rasa di Bundaran Pamedan, Senin menyatakan, karena sudah membuat pernyataan yang merugikan HMI, Saut Situmorang juga harus meminta maaf kepada HMI melalui media massa cetak dan elektronika nasional selama lima hari berturut-turut.

    Unjuk rasa dengan tuntutan yang sama juga digelar aktivis HMI di berbagai daerah Indonesia.
Kemarahan aktivis HMI dan alumni HMI terjadi setelah Saut dalam gelar wicara di TV swasta menyatakan, “Mereka orang-orang cerdas ketika mahasiswa, kalau di HMI minimal LK I, tetapi ketika menjadi pejabat mereka korup dan sangat jahat.”
Menurut Ardiansyah, pernyataan tersebut sangat tidak pantas dilakukan oleh pejabat publik selaku aparat penegak hukum. Pernyataan tersebut juga dinilai tendensius dan mendeskreditkan HMI.

    HMI mengecam keras pernyataan tersebut. HMI mendesak Dewan Penasihat, Komite Etik KPK, dan Komisi III DPR meninjau kembali kelayakan dan integritas Saut Situmorang sebagai pimpinan KPK.
“Mengingat kasus tersebut menyangkut marwah organisasi dan seluruh kader HMI, kami akan membawa kasus tersebut ke ranah hukum. Kami mendesak Saut Situmorang mundur dari jabatan pimpinan KPK,” tegasnya.
Dia mengatakan sejarah besar bangsa Indonesia tidak terlepas dari peran HMI yang lahir 5 Februari 1947. Saat itu HMI sudah menyatakan sikap untuk memegang teguh komitmen keumatan dan kebangsaan.

    Ia mengklaim, “HMI selalu hadir pada setiap perjalanan bangsa Indonesia mulai dari mempertahankan kemerdekaan Negara kesatuan Republik Indonesia, melawan PKI hingga tumbuhnya Orde Baru, serta lahirnya reformasi.”
Kontribusi HMI terhadap bangsa Indonesia tidak hanya dengan gerakan-gerakan ekstra parlementer, namun juga mengabdi pada pembangunan bangsa Indonesia dengan mendistribusikan kader-kader terbaik di dunia sosial, akademisi, birokrat, teknokrat, praktisi maupun politikus.(anjas)