Selebriti Cafe Mansion Herman Deru DPRD


SMAN 3 Semarang Diminta Jelaskan Kegagalan SNMPTN

0

Semarang, jurnalsumatra.com – Para orang tua siswa SMA Negeri 3 Semarang meminta kejelasan dari pihak sekolah mengenai penyebab kegagalan dalam Seleksi Nasional Masuk Perguruan Tinggi Negeri (SNMPTN) 2016.
Usai wisuda SMA Negeri 3 Semarang yang digelar di Hotel Horison Semarang, Selasa, sekolah memberikan kesempatan bagi orang tua siswa untuk berdialog mengenai permasalahan yang tengah dialami sekolah itu.
Ratusan siswa salah satu sekolah favorit di Semarang itu diketahui tidak lulus SNMPTN tahun ini, terutama yang mengambil program IPA, padahal banyak siswa berprestasi yang bersekolah di SMA Negeri 3 Semarang.
Sejumlah orang tua siswa mempersoalkan sistem kredit semester (SKS) yang digunakan di SMA Negeri 3 Semarang yang diduga menjadi penyebab ketidaklulusan seluruh siswa dari program IPA reguler pada SNMPTN.
“Kami sebagai konsumen sudah tentu membutuhkan kepuasan pelayanan. Saya dengar, SMA eks-RSBI lain yang juga menggunakan SKS tidak ada masalah dengan SNMPTN,” kata Prof Masrukhi, salah satu orang tua siswa.
Ia mengatakan SMA Negeri 3 Semarang sudah terkenal bagus dengan siswa-siswinya yang sarat prestasi sehingga dimungkinkan ada sesuatu yang membuat tidak ada siswa dari IPA reguler yang masuk SNMPTN.
Ia mengharapkan sekolah mencari akar masalah penyebab kegagalan seluruh siswa IPA reguler di SNMPTN, termasuk anaknya yang gagal mengambil Teknik Informatika UGM, dan menyampaikannya kepada orang tua siswa.
“Apakah ada seseorang yang keliru memasukkan data, atau bagaimana? Kalau benar begitu, harus ada sanksi. Sekolah harus mencari fakta akar persoalan ini,” kata Rektor Universitas Muhammadiyah Semarang (Unimus) itu.
Senada dengan itu, Sapto Widodo, orang tua siswa SMA Negeri 3 yang tidak lolos pada Teknik Sipil UGM meminta sekolah bertanggung jawab dengan mengirimkan protes secara resmi jika kesalahan bukan pada sekolah.
“Kalau memang proses ‘input’ data di internal benar, semua diserahkan ke sana (pusat, red.), sampaikan semacam nota protes, atau apa istilahnya. Harus secara resmi dan segera dikirimkan,” tegasnya.
Sementara itu, Kepala SMA Negeri 3 Semarang Bambang Nianto Mulyo mengakui segera menyiapkan tim, di antaranya dari unsur orang tua siswa untuk mencari akar masalah penyebab kegagalan siswa masuk SNMPTN.
“Kami juga akan membuatkan nota protes dibantu orang tua. Kami sendiri belum bisa membuka pengumuman SNMPTN. Tahunya, ya, informasi dari siswa-siswa. Seluruh siswa IPA reguler tidak lolos SNMPTN,” katanya.(anjas)