Hujan Tak Menentu, Jam Operasi Hanya 8 Jam

0

Lahat, jurnalsumatra.com – Selain hujan tak menentu, dan saat ini telah memasuki musim kemarau. Oleh sebab itu, untuk jam operasional di seluruh instalansi pengelolaan air minum (IPA) di Kota Lahat rata-rata hanya berkisar 8-10 jam saja.

“Semua ini, tidak lain dikarenakan turunnya hujan tak menentu. Dan, saat ini kita telah memasuki musim kemarau. Sementara, debit air Sungai Lematang mengalami penurunan cukup dratis, sehingga beberapa IPA melakukan pembendungan untuk mendapatkan sumber air baku untuk didistribusikan ke pelanggan,” jelas Direktur Perusahaan Daerah Air Minum (PDAM) Tirta Lematang, Ir Effendi Kromo melalui Kepala Bagian (Kabag) Teknis, Hermansyah BSc, belum lama ini, saat dibincangi wartawan.

Ideal menurutnya, pengoperasian mencapai 14-16 jam, ini juga berkaitan dengan kondisi pompa yang hanya ada satu unit disetiap IPA, sehingga pihak PDAM harus bergantian.

“Apabila kita paksakan secara terus menerus, dikhawatirkan Pompa tersebut tidak akan berumur panjang. Mengingat, pompa cadangan belum ada, oleh sebab itu, kami dalam pendistribusian ke pelanggan secara bergantian,” pesan Hermansyah.

Ia menjelaskan, sejauh ini untuk pelanggan PDAM aktif mencapai 4.000 sambungan rumah atau setara dengan 24 persen dari jumlah penduduk yang terpasang.

“Untuk memenuhi permintaan air bersih inilah, kita merencanakan akan mengambil sumber air baku dari Kecamatan Gumay Talang yang berjarak lebih kurang 20 KM, dengan system grativasi,” urainya lugas.

Ditambahkannya, apabila bendungan yang dibuat oleh PT Brantas telah rampung 100 persen, maka, dapat menyalurkan air dengan kecepatan 200 liter/detik, ditambahkan dengan 150 liter/detik.

“Tentunya dengan resevoar (bak penampungan, red) mencapai 1.500 meter kubik dan ditambah lagi dengan kapasitas sama, agar penyaluran air bersih ke pelanggan terpenuhi,” tandas Hermansyah. (Din)

Share.