Selebriti Cafe Mansion Herman Deru DPRD


Terdakwa Korupsi Pembebasan Lahan Dituntut 18 Bulan

0

     Pangkalpinang, jurnalsumatra.com -  Terdakwa kasus korupsi pembebasan tanah seluas 12.500 meter persegi, terletak di Desa Beluluk, Pangkalan Baru, tahun 2009 senilai Rp1.093.207.500, Yuswan alias Ahyung dituntut 18 bulan penjara.
Tuntutan tersebut dibacakan jaksa penuntut umum Izhar di Pengadilan Tipikor Pangkalpinang, Provinsi Kepulauan Bangka Belitung, Rabu.
“Terdakwa dijerat dengan pidana pasal 3 jo pasal 18 UU Nomor 31 Tahun 1999 tentang Pemberantasan Tindak Pidana Korupsi sebagaimana telah diubah dengan UU Nomor 20 Tahun 2001 tentang Perubahan Atas UU Nomor 31 Tahun 1999 tentang Pemberantasan Tindak Pidana Korupsi jo pasal 55 ayat (1) ke 1 KUHP jo pasal 64 ayat (1) KUHP,” kata Jaksa Penuntut Umum.

     Dia mengatakan, selain dituntut 18 bulan penjara, terdakwa juga didenda sebesar Rp50 juta subsidair tiga bulan penjara. Selain itu, terdakwa juga dinyatakan agar membayar uang pengganti sebesar Rp2.485.255.000.
“Apabila dalam satu bulan, terdakwa tidak membayar uang pengganti tersebut, maka harta benda dapat disita dan apabila terdakwa tidak memiliki harta benda yang cukup untuk membayar uang pengganti tersebut maka diganti dengan pidana penjara selama 18 bulan,” katanya.
Sedangkan yang meringankan tuntutan terdakwa yakni belum pernah dihukum, terdakwa bersikap sopan dan tidak mempersulit jalannya persidangan, terdakwa terus terang menyesali perbuatannya dan terdakwa merupakan tulang punggung keluarga.

     Dalam kasus ini, Yuswan alias Ahyung didakwa JPU karena terlibat dalam kasus pembebasan tanah seluas 12.500 meter persegi yang terletak di Desa Beluluk, Kecamatan Pangkalan Baru, Kabupaten Bangka Tengah, tahun 2009 senilai Rp1.093.207.500.
Selain itu, terdakwa juga terlibat dalam tukar guling lahan pramuka di Desa Batubelubang dengan lahan  miliknya pada Juli 2009 dengan nilai ganti rugi Rp2.339.047.500.
Dalam dua kegiatan yang melibatkan terdakwa tersebut terdapat perbuatan melawan hukum berupa tindak pidana korupsi yang merugikan keuangan negara mencapai Rp3.307.255.000, di mana dalam hal ini juga jaksa menilai ada total kerugian negara sebesar Rp2.485.255.000.(anjas)