Selebriti Cafe Mansion Herman Deru DPRD


Kulon Progo Gelar Operasi Pasar Beras

0

Kulon Progo, jurnalsumatra.com – Pemerintah Kabupaten Kulon Progo, Daerah Istimewa Yogyakarta, akan menggelar operasi pasar beras di tiga titik saat Ramadhan 2016 supaya masyarakat kurang mampu dapat membeli beras dengan harga murah.
Kepala Dinas Perindustrian, Perdagangan, Energi dan Sumber Daya Mineral (Disperindag-ESDM) Kulon Progo Niken Probo Laras di Kulon Progo, Selasa, mengatakan saat ini pihaknya sedang menganalisa 12 kecamatan yang membutuhan operasi pasar.
“Kami sudah melakukan komunikasi dengan Bulog terkait rencana operasi pasar. Mereka mendukung rencana operasi beras, tapi saat ini kami masih belum menentukan titik atau tempat untuk menggelar operasi pasar beras,” kata Niken.
Meski demikian, ia mengakui pemerintah tingkat kecamatan belum mengajukan permohonan adanya operasi pasar murni beras sehingga pihaknya proaktif menanyakan ke kecamatan.
“Kami sudah melakukan sosialisasi kepada pemerintah kecamatan, tapi hingga saat ini belum ada yang mengajukan permohonan. Kami proaktif memantau harga kebutuhan pokok, khususnya beras. Sehingga kami mengetahui pasar yang membutuhkan operasi pasar,” kata dia.
Niken mengatakan saat ini harga kebutuhan pokok di Kulon Progo termasuk rendah dibandingkan wilayah lain.
Harga beras di tingkat pedagang rata-rata Rp7.800 hingga Rp8.200 perkilogram tergantung kualitasnya.
“Harga kebutuhan pokok masih terpantau rendah dan terkendali,” katanya.
Ketua Komisi II DPRD Kulon Progo Muhtarom Asrori meminta pemkab meningkatkan daya beli masyarakat dan menggerakkan ekonomi kecil supaya tidak mudah terkena dampak kenaikan kebutuhan pokok.
“Masyarakat perdesaan merupakan kunci keberhasilan dalam roda perekonomian. Semakin bagus daya beli masyarakat dan kegiatan ekonomi masyarakat kuat, kami yakin tidak terpengaruh kenaikan kebutuhan pokok menjelang ramadhan atau lebaran,” katanya.
Muhtarom juga menilai operasi pasar beras di pasar tidak akan membawa dampak signifikan terhadap penurunan harga beras di pasaran.
“Kalau OPM dilaksanakan di pasar, banyak tidak tetap sasarannya. Pedagang beras akan memanfaatkan kesempatan itu untuk mencari keuntungan yang sebesar-besarnya,” katanya.
Agar lebih tepat sasaran, Muhtarom mengatakan operasi pasar harusnya digelar di desa-desa.(anjas)