Pajak Pendapatan Penerangan Jalan Kota Palembang Merosot

0

Palembang, jurnalsumatra.com – Tunggakan pelanggan pada Pajak Penerangan  Jalan (PPJ) mempengaruhi pendapatan Pemerintah Kota (Pemkot) Palembang bahkan pengaruh terhadap Pendapatan Asli Daerah (PAD) dari PPJ yang baru teralisasi 32% dengan tingginya tunggakan listrik pelanggan Perusahaan Listrik Negara (PLN).

Hal ini diungkapkan Sekretaris Dinas Pendapatan Daerah (Dispenda) Kota Palembang, Bukman Lian kepada jurnalsumatra.com usai menerima pihak PLN (Persero) Area Palembang “Tunggakan pelanggan PLN, ternyata berpengaruh pada PPJ yang kami setorkan pada Dispenda (Dinas Pendapatan Daerah) Palembang. Untuk itu, kami berharap agar masyarakat membayar listrik tepat waktu,” Senin (16/05/16).

Ia mengatakan, berdasarkan hasil pertemuan dengan pihak PLN, terungkp jika pendapatan PPJ turun pada dua bulan terakhir, karena tunggakan listrik oleh masyarakat, yang seharusnya bisa memberikan kontribusi pada pendapatan daerah hampir Rp 2 Miliar per bulannya.

Menurutnya, realisasi PPJ terus menurun sejak awal tahun, dimana Januari sebesar Rp 12,2 Miliar, Februari Rp 12,4 Miliar, Maret Rp 10,8 Miliar, dan April sebesar Rp 10,9 Miliar. Bahkan, di bulan Mei akan kembali menurun menjadi Rp 10 Miliar.

Dirinya berharap, realisasi PAD dari penerangan lampu jalan, bisa kembali naik pada bulan Mei ini, jangan kembali merosot. Untuk itu, perlu kesadaran masyarakat untuk membayar tagihan listrik tepat waktu.

Nilai pembayaran listrik itu berdasarkan hasil PPJ yang dilakukan oleh masyarakat baik itu corporate, rumah tangga, juga kantor pemerintahan, bukan dari omset (penghasilan) PLN. Jadi butuh peran serta masyarkat, karena ini demi pembangunan Kota Palembang, bukan keuntungan pribadi Pemkot Palembang,” pukasnya. (eddie)

Share.