Selebriti Cafe Mansion Herman Deru DPRD


WWF Kerja Sama Jaga Penyu Hijau

0

    Jakarta, jurnalsumatra.com – Perusahaan retail Lotte Mart dan organisasi nirlaba World Wildlife Fund (WWF) bekerja sama untuk menjaga populasi penyu hijau dengan program bertajuk Turtle Hope.
“Turtle Hope ini adalah bentuk dukungan kami terhadap upaya peningkatan populasi penyu yang bertelur dan populasi tukik yang dilepas ke laut,” kata CEO Lotte Mart Indonesia Jukyang Yoon dalam keterangannya, di Jakarta, Senin.
Dia menjelaskan ketertarikan Lotte Mart untuk ikut serta dalam menjaga populasi penyu dalam Turtle Hope, adalah sebagai bentuk keprihatinan perusahaan retail tersebut, karena penyu yang ada tujuh jenis, tergolong satwa yang terancam punah.

    “Karenanya untuk menegaskan kegiatan penyelamatan populasi penyu dari kepunahan, kami juga bermaksud mengadopsi 40 sarang penyu hijau di Ujung Genteng, pasalnya, dari tujuh jenis penyu yang enam di antaranya ada di Indonesia, terancam semua,” ujar Jukyang Yoon.
Sementara itu, WWF menyatakan kepedulian dalam menjaga populasi penyu juga akan sangat menguntungkan secara ekonomi.
Direktur Program Coral Triangle WWF Indonesia Wawan Ridwan  mengatakan keuntungan yang dapat diambil, adalah penyu dapat menghasilkan sesuatu untuk masyarakat ketika ia singgah di suatu tempat.

    “Misalnya banyak penyu yang datang ke satu daerah, itu kan bisa dimanfaatkan untuk tempat wisata, seperti di kawasan konservasi Ujung Genteng,” kata Wawan saat dihubungi di Jakarta.
Hal tersebut, lanjut dia, disebut sebagai hak ekonomi di mana hasil pendapatan dari kedatangan populasi penyu sepenuhnya menjadi milik daerah atau negara tersebut.
“Bayangkan jika ada banyak tempat yang disinggahi penyu dan dibuat pariwisata. Akhirnya populasi penyu dapat meningkatkan perekonomian di negara tersebut,” tuturnya.

    Wawan menjelaskan penyu yang merupakan satwa yang melakukan migrasi secara acak mengakibatkan tidak ada negara yang berhak mengklaim penyu sebagai fauna asli negara tersebut.
“Namun hal itu tidak serta merta membuat penyu tidak mendapatkan proteksi ditempat dimana mereka singgah,” katanya.
Banyak atau tidaknya penyu yang datang ke suatu wilayah, lanjut dia, ditentukan oleh kualitas keasrian alam di suatu daerah.
“Sehingga adalah kewajiban semua pihak untuk memastikan alam tetap terjaga keasriannya. Terutama agar menjaga populasi penyu yang kian hari terus menyusut selain faktor ekonomi tersebut,” ucap dia.(anjas)