Selebriti Cafe Mansion Herman Deru DPRD


Tujuh Kecamatan Rawan Terdampak Bencana Gunung Meletus

0

Sukabumi, jurnalsumatra.com – Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kabupaten Sukabumi, Jawa Barat mencatat ada tujuh kecamatan yang rawan terdampak bencana gunung meletus.
“Ketujuh kecamatan tersebut berada dekat dengan gunung berapi yang masih aktif seperti Gunung Gede dan Pangrango,” kata Keoala Bidang Pencegahan dan Kesiapsiagaan BPBD Kabupaten Sukabumi, Irwan Fajar di Sukabumi, Kamis.
Menurutnya, ketujuh kecamatan itu antara lain Kecamatan Sukabumi, Kadudampit, Sukaraja dan Sukalarang. Keempat kecamatan ini rawan terkena dampak jika Gunung Gede meletus.
Sementara tiga kecamatan lainnya yakni, Kecamatan Kalapanunggal, Parakansalak dan Kabandungan merupakan daerah rawan terdampak rawan letugsan Gunung Salak.
“Walaupun kedua gunung berapi aktif tersebut, tidak menunjukan adanya peningkatan aktivitasnya, tetapi warga harus tetap siaga dan waspada. Karena bencana alam tidak bisa diprediksi, apalagi kedua gunung tersebut berdekatan dengan permukiman warga,” tambahnya.
Irwan mengatakan rencananya dalam waktu dekat ini pihaknya akan melakukan sosialisasi waspada dan penanganan gunung meletus di dua kecamatan yakni Kecamatan Kadudampit dan Sukalarang.
Untuk melakukan sosialisasi tersebut pihaknya akan mengumpulkan warga dan tokoh masyarakay dari beberapa desa yang tinggal di bawah kaki Gunung Gede. Sosialisasi ini bertujuan untuk mengurangi dampak dan kerugian baik materil maupun nyawa.
“Secara bertahap kami juga akan melakukan sosialisasi yang sama di lima kecamatan lainnya, dan rencananya tidak hanya sosialisasi melalui pemaparan tetapi juga melakukan simulasi penanganan gunung meletus,” katanya.
Ia menambahkan walaupun belum ada tanda-tadan peningkatakan aktivitas di dua gunung tersebut, namun bencana tersebut bisa kapan saja terjadi apalagi Gunung Gede dan Salak sudah lama tidak meletus.
Kedua gunung ini jika meletus akan mempunyai kekuatan yang besar, bahkan bisa melebihi kekuatan dari Gunung Merapi yang terdapat di Daerah Istimewa Yogyakarta yang dampaknya tidak hanya bagi warga sekitar gunung saja, tetapi bisa sampai ke luar Pulau Jawa.(anjas)