Selebriti Cafe Mansion Herman Deru DPRD


Polres Muaraenim Tilang 150 Kendaraan

0

    Muaraenim, Sumsel, jurnalsumatra.com – Polres Muaraenim Sumatera Selatan menggelar Operasi Patuh 2016 dengan sasaran semua pelanggaran lalu lintas menyangkut kelengkapan STNK, SIM dan telah menilang sebanyak 150 pengendara kendaraan roda dua dan empat.
Kapolres Muaraenim, AKBP Nuryanto, melalui Kasat Lantas, AKP Adik Listiono, Jumat mengatakan bahwa setelah dilakukan operasi patuh ini telah menilang (bukti pelanggaran-red) 150 kendaraan baik roda dua maupun roda empat.

    Ia menjelaskan, Operasi Patuh 2016 berlangsung hingga 29 Juni 2016 dan akan  berlanjut dengan persiapan Operasi Ketupat menjelang Idul Fitri.
Sementara, mengenai kondisi titik rawan longsor mulai dari perbatasan Prabumulih hingga Kecamatan Gelumbang Kabupaten Muaraenim, menurut dia, terus dipantau dan dikoordinasikan dengan pihak terkait.
Demikian juga titik ruas jalan antara perbatasan Kabupaten Muaraenim hingga perbatasan Kabupaten Ogan Komering Ulu (OKU), telah dipantau titik-titik longsor yang menjadi ancaman bagi pengendara, khususnya jalur lintas Muara Meo, karena bertebing dan rawan longsor.

    “Untuk pantauan titik longsor, Polres Muaraenim berkordinasi dengan pihak terkait supaya segera memberikan rambu-rambu dan memperbaiki jalur lintas Sumatera tersebut. Begitu juga dengan titik ruas jalan yang rawan kriminalitas di area perbatasan kabupaten/kota  akan ditinggkatkan patroli ke wilayah tersebut,” katanya.
Sementara Hairul (35) sopir fuso lintas Muaraenim-Lampung mengeluhkan banyaknya titik longsor di jalur Muara Meo Kabupaten Muaraenim.
“Selain itu di titik rawan longsor para sopir juga mengalami pemalakan oleh oknum yang dengan sengaja menghadang menggunakan sepeda motor, supaya diberikan sejumlah uang,” kata Hairul.
Ia menambahkan, titik yang rawan pemalakan di jalur lintas Muara Meo di Kecamatan Tanjung Agung hingga perbatasan Kabupaten Ogan Komering Ulu.
Dia berharap, pihak kepolisian melakukan patroli di titik-titik tersebut, supaya para pengemudi yang melintas tidak merasa ketakutan dan dirugikan.(anjas)