Selebriti Cafe Mansion Herman Deru DPRD


Seluruh PEMDA Diajak Ikut BPJS Kesehatan

0

Palangka Raya, jurnalsumatra.com – Badan Penyelenggara Jaminan Sosial Kesehatan Cabang Palangka Raya, Kalimantan Tengah mengajak seluruh pemerintah daerah untuk mengikuti program pemerintah melalui Jaminan Kesehatan Nasional yang ada di daerah itu.
“Kami mengajak seluruh pemerintah daerah baik dari tingkat provinsi, kabupaten/kota untuk mengikuti program JKN,” kata Kepala BPJS Kesehatan Cabang Palangka Raya, Fitria Nurlaila Pulu Kadang dalam paparanya mengenai implementasi JKN-KIS di Palangka Raya, Jumat.
Ia mengatakan, apabila program JKN ini tidak didukung oleh pemerintah daerah, maka akan sia-sialah program pemerintah Pusat tersebut dalam memberikan perlindungan dasar bagi kesejahteraan masyarakat.
“Jaminan Kesehatan diselenggarakan secara nasional berdasarkan prinsip Asuransi Sosial dan ekuitas pada pasal 19, UU No 40 tahun 2004. Dan prinsip ekuitas yaitu kesamaan dalam memperoleh pelayanan sesuai dengan kebutuhan medisnya yang tidak terikat dengan besaran iuran yang telah dibayarkan,” kata Fitria.
Oleh sebab

itu, pihaknya berharap dengan adanya program  tersebut pihak pemda bisa lebih mendukung apa yang menjadi kebijakan pemerintah Pusat untuk memberikan perlindungan kesehatan bagi seluruh pegawainya hingga pekerja honorer.
Selain itu, pemerintah daerah juga bisa menyediakan anggarannya masing-masing untuk menyediakan jaminan fasilitas asuransi kesehatan bagi masyarakat yang tidak mampu.
“Di dalam UU No 2 tahun 1992 tentang asuransi disebutkan bahwa program asuransi sosial adalah program asuransi yang diselenggarakan secara wajib berdasarkan suatu undang-undang dengan tujuan untuk memberikan perlindungan dasar bagi kesejahteraan masyarakat,” katanya.
Dalam program JKN, menjamin semua penduduk Indonesia (termasuk warga negara asing yang tinggal/bekerja di Indonesia) secara komprehensif agar semua kebutuhan dasar kesehatan dapat dipenuhi.
Sebelumnya, Kepala Divisi Regional VIII BPJS Kesehatan, Arief Witjaksono Juwono Putro mengatakan sekitar 1,6 juta warga Kalimantan Tengah telah terdaftar menjadi peserta.
“Dari total penduduk Kalteng yang berjumlah 2,5 juta, 1,6 juta diantaranya telah terdaftar menjadi peserta BPJS Kesehatan,” kata Arif.
Artinya, BPJS Kesehatan masih memiliki kewajiban untuk memastikan 900 ribu jiwa warga Kalteng segera terdaftar sebagai peserta BPJS kesehatan.
“Sekitar 60 persen penduduk Kalteng melalui kepesertaanya di BPJS Kesehatan sudah menjadi peserta program Kartu Indonesia Sehat (KIS). Jadi masih sekitar 40 persen atau 900 ribu warga Kalteng menjadi pekerjaan rumah untuk kita ikutkan dalam BPJS,” katanya.
“Berdasarkan survei 2015, tingkat kepuasan terhadap pelayanan BPJS baru 75 persen sehingga kita terus melakukan perbaikan. Namun, belum meratanya fasilitas kesehatan di berbagi wilayah juga menjadi kendala pelayanan,” katanya. (anjas)