Surat Cinta untuk Rektor Baruku

0
Oleh: Diding Jalaludin Mahasiswa UIN Raden Fatah Palembang

Oleh: Diding Jalaludin Mahasiswa UIN Raden Fatah Palembang

Pak rektor yang saya hormati, selamat dan sukses atas terpilihnya bapak sebagai rektor kami yang baru. semoga bisa berlaku adil & tidak menyalahkan wewenang jabatan bapak. Seamat pak.

Pak rektor yang saya banggakan, masih banyak PR besar dikampus kita pak yang harus segera diselesaikan oleh bapak. semisal fasilitas kampus, almamater yang sudah dua angkatan (2014 & 2015) tidak jelas juntrungannya, biaya UKTyang mahal, dan masih banyak lagi yang lainnya yang menjadi hak kami.

Pak rektor, kami selalu membayar biaya kuliah tepat waktu, tapi fasilitas dan pelayanan kepada kamisangat minim. Bayangkan pak, kadang kami harus minjam kursi ke kelas lain karena kursi di kelas kamirusak. Dikelas kami banyak kursi pak, tapi sebagian besar sudah tidakbisa dipakai.

Pak rektor, dikelas kami ada dua buah AC dan satu kipas angin, tapi yang berfungsi hanya kipas angin pak, alhasil setiapmasuk kelas kami selalu kepanasan. Satu lagi pak, toilet dikampus kita sering tidak ada airnya, padahal toilet merupakan komponen terpenting bagi manusia.

Pak rektor yang saya banggakan, izinkan kami mendapatkan apa yangmenjadi hak kami dikampus yang bapak pimpin, kampus kami tercinta. Kenapa kami menuntut itu semua..?? karena kami sudah melaksanakan kewajiban kami kepada kampus. bayangkan pak, bagaima susahnya orang tua kami membiayai kami kuliah. apalagi menurut berita terakhir di website resmi UIN Raden Fatah Palembang, biaya kuliah untuk tahun akademik baru meningkat tajam, sangat mahal.

Pak rektor, Orang tua kami bukan petani rupiah pak, orang tua kami tidak punya pabrik uang pak, kami bukan orang kaya semua, bapak harus paham itu.pak rektor baru yang sangat saya cintai, cintailah kami mahasiswamu,anak didikmu, generasi penerusmu dan generasi penerus bangsa yang kita cintai ini.

Pak rektor yang saya kagumi, doa saya terkabul, doa saya yang menginginkan engkau jadi rektor baru kami. di pundak mu kami titipkan kekuasaan untuk digunakan dalam kemaslahatan. DI pundakmu pula kami titipkan harapan besar kami. bapak jangan paksa kami untuk berulah di kampus kami tercinta, bapak jangan paksa kami untuk berbuat yang tidak seharusnya kita lakukan.

Kami hanya ingin apa yang menjadi hak kami dapat bapak tunaikan. agar kami ridho terhadap kepemimpinan bapak, agar kami tidak menuntut diwaktu yang akan datang dengan cara yang tidak pantas, sehingga bapak dapat tenang bekerja tanpa harus melihatkami menangis meminta hak kami yang tak kunjung terealisasi.

Pak rektor, sudah tiga kali (senin 16/5/2016, rabu 18/5/2016, kamis 19/5/2016) kami bersilaturahim ke singgasana bapak, tapi tiga kali itu pula bapak tidak dapat menemui kami. Hanya wakil rektor yang menemui kami. Tapi kami hanya ingin bertemu dengan bapak, rektor kami tercinta, bukan wakil rektor. pak jangan biarkan kami kembali menggelar aksi, jangan biarkan kami melakukan hal hal yang belakangan muncul di kampus lain.

Meskipun dibenarkan oleh undang undang, namun akan lebih indah jika aksi tersebut tidak usah terjadi.pak rektor yang saya muliakan, sayapercaya bapak bisa menuntaskan semua keluh kesah kami, anak-anakmu, mahasiswamu, generasi penerus bangsa.kami menulis surat ini tidak ada maksud lain, niatnya sama menuntut hak kami yang sampai detik ini belum bapak tunaikan.

Surat ini juga sebagai tuntutan lanjutan dari berbagai orasi teman teman kami pada saat demo kemarin.diakhir saya ingin mengutip sebuah hadits “setiap kalian adalah pemimpin, dan setiap pemimpin akan ditanya (untuk mempertanggungjawabk­an) atas apa yang ia pimpin”.semoga pak rektor selalu berada dalam lindungan Allah SWT. dan bisa berpihak kepada kami, mahasiswamu. amiinn