Selebriti Cafe Mansion Herman Deru DPRD Ramadhan


ICW: Penerapan SIN Mampu Ubah Perilaku Masyarakat

0

Jakarta, jurnalsumatra.com- Indonesia Corruption Watch (ICW) berpendapat penerapan satu nomor induk kependudukan (single identity number) mampu mengubah perilaku dan nilai bersama di tengah masyarakat untuk lebih taat pada aturan hukum yang berlaku.
“Penerapan single identity number (SIN) mampu mendorong perilaku yang pada akhirnya orang akan tunduk pada ‘rule of law’ karena perilaku dan nilai bersama untuk taat hukum itu penting,” kata Koordinator ICW Adnan Topan Husodo di Jakarta, Sabtu.
Menurut dia, program tersebut merupakan salah satu cara yang secara fundamental bisa mengubah berbagai macam perilaku korup yang selama ini begitu bebas dilakukan di Indonesia, termasuk bagaimana para pejabat publik dan pegawai negeri menyembunyikan kekayaan mereka.
SIN sendiri menertibkan dari aspek administrasi, dan akan terkoneksi ke banyak hal, termasuk rekening, nomor pokok wajib pajak (NPWP), dan sebagainya.
“Korupsi berkaitan erat dengan penyembunyian aset. Kalau dengan konsep ini, orang akan lebih sulit menyembunyikan aset mereka karena itu langsung terkoneksi dengan dirinya ketika dibuka di tempat lain, kecuali menggunakan atas nama orang lain,” katanya.
Adnan mengakui bahwa penerapan SIN tidak bisa langsung, tetapi harus bertahap sembari memperbaiki tata ruang birokrasi pemerintahan yang saat ini masih relatif buruk.
“Kalau kita mengacu pada negara lain yang sudah menerapkan ini (SIN), tata ruang mereka jauh lebih baik,” katanya.
Sebelumnya, KPK berharap pemerintah menerapkan satu nomor induk kependudukan di Indonesia.
“Kepatuhan orang itu salah satunya ditentukan kalau kita punya SIN. Jadi, kalau kita punya SIN, Anda tidak bayar parkir pun akan dipanggil. Data antara pelayanan imigrasi dan perpajakan pun terintegrasi. Orang sekarang masih bisa memanipulasi pajak karena mereka masih bisa punya identitas berbeda,” kata Ketua KPK Agus Rahardjo usai menghadiri upacara peringatan Hari Kebangkitan Nasional di Gedung KPK RI, Jakarta, Jumat (20/5).
SIN, menurut Agus, dapat menjadi alat untuk mencegah korupsi.
“Untuk mencegah korupsi peran SIN sangat besar. Oleh karena itu, tadi saya bilang, Anda tidak disiplin bayar pajak, ketahuan. Anda parkir salah, ketahuan. Mobil Anda telat bayar pajaknya, ketahuan. Jadi, semuanya bisa dikontrol dengan sistem yang lebih baik,” kata Agus.
Secara bertahap, mulai 2016, SIN dibangun di 50 kabupaten/kota di seluruh Indonesia. Di dalamnya mencakup data kependudukan penting, termasuk data administrasi penduduk, seperti, SIM, paspor, NPWP, dan BPJS.
Pemerintah sudah melakukan perekaman data 156 juta orang dari kuota 182 juta jiwa penduduk Indonesia yang harus direkam untuk mengisi data SIN.(anjas)