Selebriti Cafe Mansion Herman Deru DPRD


Pemkab Simalungun Dukung Penutupan KJA

0

     Simalungun, jurnalsumatra.com – Pemerintah Kabupaten Simalungun dan Kabupaten Samosir di Provinsi Sumatera Utara mendukung terhadap penutupan keramba jarung apung (KJA) di perairan Danau Toba untuk pelestarian alam dan pengembangan pariwisata di kawasan tersebut.
“Pemkab Simalungun tidak ada mengeluarkan izin untuk KJA,” tegas Sekretaris Daerah, Gidion Purba pada rapat koordinasi dengan Kemenko Polhukam dan Kemen LHK di Balai Harungguan Djabanten Damanik, Pamatang Raya, Kabupaten Simalungun, Selasa.
Pemkab Simalungun telah melakukan langkah sosialisasi kepada petambak KJA milik rakyat di Kecamatan Haranggaol Horison untuk penutupan usaha budi daya ikan tersebut dengan memberikan ganti rugi Rp1,5 juta per unit KJA.

     Secara bertahap Pemkab melakukan hal yang sama di lokasi KJA di Kecamatan Girsang Sipangan Bolon, Dolok Pardamean, Pamatang Sidamanik.
Gidion mengemukakan permasalahan yang akan dihadapi pemkab, jika dalam waktu yang bersamaan, KJA milik dua perusahaan besar, PT Aquafarm dan group PT Japfa masih tetap beroperasi.
“Mereka memiliki izin dari Pemerintah Pusat,” sebut Gidion.
Plt Kepala Dinas Perikanan dan Peternakan, Akmal Harif Siregar menyebutkan, jumlah KJA milik rakyat sebanyak 8.010 unit dan 452 unit milik perusahaan.
Staf Ahli Menko Polhukam Bidang Ideologi dan Konstitusi, Irjen Pol Carlo Tewu menegaskan, peniadaan KJA dari perairan danau Toba sudah menjadi program Pemerintah Pusat.
“Lakukan yang bisa dilakukan sesuai kewenangan yang ada, soal dua perusahaan tersebut akan kami bicarakan dengan Kementrian LHK,” kata Carlo.(anjas)