Selebriti Cafe Mansion Herman Deru DPRD


Penjara Tiga Tahun Untuk Kanmenag Banyuasin

0
Kejari Lahat, Saat Diwawancarai Wartawan Terkait Kasus RF dan Menunjukkan Berkausu Hasil Vonis MA...

Penjara Tiga Tahun Untuk Kanmenag Banyuasin

Lahat, jurnalsumatra.com – Setelah cukup lama menghilang ditelinga masyarakat, kasus pencabulan yang menjerat pimpinan Pondok Psantren (Ponpes) Al-Fatah di Jl RE Martadinata, Kota Lahat, RF terhadap para santri, akhirnya terjawab sudah.

Setelah melakukan pesidang yang cukup panjang, bahkan sangat miris sekali kasus ini berdasarkan fakta persidangan di Pengadilan Negeri (PN) Lahat yang di jalani tersangka RF dirinya mendapat Vonis bebas. Namun, tidak berhenti disitu saja Jaksa Penuntut Umum (JPU) tidak menerima hasil keputusan tersebut dan melakukan Kasasi.

Alhasilnya, RF terbukti bersalah berdasarkan hasil keputusan Mahkamah Agung (MA). Hal ini dikarenakan adanya sidang kasasi ke MA yang dilakukan Kejari Lahat sehingga tidak ada lagi alasan bagi kepala Kanmenag (Kantor Kementrian Agama) Banyuasin saat ini untuk lepas dari jeratan hokum.

Kejari Lahat Helmi Hasan,MH mengatakan, akan sesegera mungkin melakukan tindakan lebih lanjut terhadap lampiran hasil Kasasi. Sebelumnya PN Lahat telah menyatakan RF bebas dari jeratan hokum atas aksi pencabulan yang dilakukannya. Namun,  Kejari Lahat menyiapan berkas berkas dan personil yang akan ikut dalam bertindak sehingga dan akhirnya diterima oleh MA pada bulan Mei 2015 lalu.

“Setelah Kasasi diputuskan tidak ada lagi upaya hokum yang bias dilakukan RF. Dan Kejari berharap agar pihak terpidana (RF) nantinya tidak keberatan untuk di ekseskusi. Semoga saja Beliau bersikap kooperatif sebab mau tidak mau ia sudah menjadi terpidana, dan sampai kapanpun RF tetap akan diburu. Terlebih lagi, RF adalah seorang PNS dan memiliki jabatan strategis,”ujarnya.

Untuk diketahui, bahwa RF merupakan tersangka tunggal yang divonis “Bebas” tanpa syarat oleh pihak Pengadilan Negeri (PN) Lahat, dalam sidang kasus perkara pencabulan terhadap beberapa anak dibawah umur yang sedang menuntut ilmu di Ponpes Alfatah yang dipimpinnya.

Kemudian, dengan hasil salinan inkra vonis bebas yang diterimanya dari pihak majelis hakim di PN Lahat yang menyidangnya. Maka pihak Kejari Lahat langsung membuat memori dan melayangkan berkas Kasasinya ke pihak MA, pada Bulan Mei 2015 lalu.

“Kasasi itu harus kita lakukan, karena sesuai dengan data data dan fakta persidangan yang dijelaskan para saksi. Maka sudah jelas, RF itu melakukan perbuatan melanggar hokum,” imbuhnya lugas. (Din)