Pengamat Sebut PDIP Pecah Kongsi, Megawati Dihianati

0
tarech

Pengamat Sebut PDIP Pecah Kongsi, Megawati Dihianati

Palembang, jurnalsumatra.com – Pengamat politik Sumsel, Dr Tarikh Rasyid menilai terjadi dualisme surat PDI Perjuangan terkait pemilihan wakil walikota Palembanga atau terjadi pecah kongsi. Ia mempertanyakan bagaimana bisa satu tubuh mengeluarkan dua surat untuk hal yang sama, satu rekomendasi kepada Yudha Rinaldi dan satu lagi izin untuk orang berbeda, yakni Fitrianti Agustinda.

“Itu bentuk cermin persoakan internal tubuh partai, terutama mendorong memilihan pemimpin mengisi posisi wakil walikota,” kata Tarekh kepada jurnalsumatra.com, Kamis (26/5).

Ia menduga, ada proses tarik-menarik di partai, ada kelompok atau faksi-faksi internal PDI Perjuangan. Apalagi, yang menandatangi surat izin bukan Ketum Megawati. “Tidak beres dalam partai, ini menunjukkan ada faksi-faksi di partai. Tidak tertib administasi tidak beresnya parpol sehingga administrasi kacau,” sebutnya.

Menurutnya, sisi lain ini sebuah potret agar parpol membenahi diri menjadi organ yang melahirkan pemimpin sivil yang baik dan berkualitas. “Coba lihat efeknya konflik sampai ke kader di bawah, satu menanggai dan satu lagi tidak setuju. Ini juga menimbulkan efek di masyarakat, apalagi PDIP sudah menyatakan sebagai oposisi,” ungkapnya.

Diketahui, DPP PDIP Perjuangan telah mengeluarkan Surat Keputusan (SK) penunjukkan Yudha Renaldi sebagai calon pendamping Walikota Palembang Harnojoyo, disisa periode 2013-2018. Tapi selanjutnya, DPP mengeluarkan SK DPP PDIP nomor:1445/IN/DPP/IV/2016 ditandatangani ketua DPP Idham Samawi dan Sekjen DPP Hasto Kristiyanto, perihal pemberian izin calon Walikota Palembang kepada Fitrianti Agustinda. (eka)