Selebriti Cafe Mansion Herman Deru DPRD


Musi Empat Selesai Setahun Lagi

0

samsulPALEMBANG, jurnalsumatra.com – Pembangunan Jembatan Musi VI terus berjalan, hingga saat ini progress pengerjaan tiang pancang telah mencapai hampir 20 persen. Hal ini diungkapkan oleh Kepala Dinas Pekerjaan Umum Bina Marga, Syamsul Bahri di Hotel Grand Zuri, jumat (27/5).

Jembatan Musi IV kira-kira sudah selesai 20 persen dan untuk pembebasan lahan tinggal 10 persen. kita targetkan pada tahun 2017 seluruh pembangunan Jembatan Musi VI selesai, kami minta do’a dengan masyarakat sumsel untuk saling mendukung,”.ujarnya”

Pembangunan Jembatan Musi  VI  berada antara jembatan Ampera dan jembatan Musi II  menggelontorkan dana yang bersumber dari APBD Sumsel dengan nilai mencapai ratusan juta rupiah. “Secara fisik kita siapkan dana sebesar 385  milyar rupiah termasuk juga untuk dana pembebasan lahan,”

Lanjutnya hingga saat ini tidak ada kendala yang berarti dalam pengerjaan Jembatan  meskipun kondisi air sungai Musi sedang Meningkat.

Senada dengan Pejabat Pelaksana Teknis Kegiatan (PPTK) Pembangunan Jembatan Musi VI, Ibnu Haldun yang menerangkan sejauh ini kegiatan pemancangan tiang Jembatan Musi VI terus berjalan. “Kegiatan pancang masih berjalan walaupun debit air sungai musi meningkat masih bisa diatasi,” Jelasnya.

Selain itu, Ibnu Haldun juga menjelaskan pembangunan Jembatan Musi VI sepanjang 1.225 meter ini berada pada ruas jalan yang menghubungkan jalan  Sultan Mansyur melalui jalan Pangeran  Sido Ing Lautan  ke jalan Faqih Usman yang berada di sekitar kelurahan 2 dan 4 ulu  hingga jalan  KH Wahid Hasyim.

Jembatan musi enam diperuntukkan mengakomodir lalu lintas dua lajur  dua arah  dengan  lebar lajur 3,5 meter, bahu 0,7 meter dan trotoar 1,5 meter untuk masing-masingsehingga total lebar 11,5 meter.

Proyek pembangunan Jembatan Musi VI  yang berlangsung selama 378 hari ini diharapkan dapat mendorong kelancaran arus lalu lintas kendaraan yang setiap harinya terus bertambah padat karena Jembatan Ampera yang menjadi akses utama transportasi sudah tidak mampu lagi menampung lalu lalang kendaraan”jelasnya”(mdn)