Selebriti Cafe Mansion Herman Deru DPRD


“TOUR DE FLORES” Jadi Agenda Pariwisata Tahunan

0

Kupang, jurnalsumatra.com – Kompetisi sepeda “Tour de Flores” (TdF) akan menjadi pariwisata tahunan di Flores yang dipadukan dengan kegiatan balap sepeda internasional untuk menarik minat masyarakat Indonesia dan manca negara mengunjungi berbagai daya tarik wisata di Pulau Flores.
“Tour de Flores akan menjadi kegiatan pariwisata tahunan setelah sukses digelar di Pulau Flores yang kaya akan obyek wisata sukses menarik peserta baik dalam maupn luar negeri,” kata Kepala Dinas Pariwisata Dan Ekonomi Kreatif (Parektif) Nusa Tenggara Timur Marius Ardu Jelamu di Kupang, Senin.
Ia mengatakan Tour de Flores terdiri atas dua acara pokok yaitu wisata dan balap sepeda internasional.
“Acara wisatanya juga diisi dengan kegiatan mengunjungi wisata alam seperti Danau Kelimutu dan Pulau Komodo, acara budaya, bazaar dan pesta rakyat, sehingga betul menimbulkan kesan merakyat serta menghibur,” katanya.
Apalagi balap sepeda internasional itu dilaksanakan dibawah pengawasan Union Cycliste Internationale (UCI), Badan Penyelenggara Balap Sepeda Internasional dan Pengurus Besar Ikatan Sport Sepeda Indonesia  (PB ISSI), sehingga memiliki manajemen yang standar dan peertanya terjamin dari aspek keamanan dan keselamatan.
“Tour de Flores 2016 merupakan bentuk konsolidasi antara Pemerintah (Pusat) dan Pemerintah Daerah (Provinsi danKabupaten), karena melalui Tour de Flores tercipta kerja sama yang saling melengkapi antara banyak pihak untuk menyuk seskan Tour de Flores,” katanya.
Bahkan TdF akan telah melangkapi dua ajang serupa yang telah digelar di Indonesia yakni Tour de Singkarak dan Tour de Banyuwangi-Ijen.
Namun ia mengaku TdF memiliki kelebihan yaitu lintasan yang lebih menantang.
Sedikitnya terdapat 12 rute menanjak yang masuk klasifikasi Mountains sehingga pemenang klasifkasi itu disebut “King of Mountains”.
Marius mengatakan perhelatan Tour de Flores itu merupakan upaya mendukung program pemerintah daerah untuk menjadikan NTT sebagai provinsi pariwisata, sekaligus investasi untuk menyejahterakan rakyat.
“Perhelatan Tour de Flores yang dicanangkan oleh pemerintah pusat ini bertepatan dengan telah ditetapkannya program baru di provinsi ini, yakni menjadikan NTT sebagai provinsi tujuan pariwisata,” katanya.
Untuk menyukseskan ajang itu, Provinsi NTT mengucurkan anggaran sekitar Rp3,9 miliar untuk mendukung perhelatan wisata bersepeda itu dengan tujuan menjadikan NTT sebagai tujuan wisata baru.
Sedangkan wilayah-wilayah yang dilintasi pembalap sepeda juga mengalokasikan dana tersendiri untuk menggelar acara hiburan di sela-sela etape.
“Urusan prestasi balap sepeda itu urusan lain, tetapi kepentingan kami adalah promosikan ‘new tourism territory’ (tujuan wisata baru). Dalam konteks pariwisata di wilayah Nusa Tenggara, NTB adalah pariwisata masa kini dan NTT adalah pariwisata masa depan. Dengan demikian, Tour de Flores yang akan digelar adalah sebuah investasi demi kesejahteraan rakyat NTT,” tegasnya.
Lomba balap sepeda itu akan diselingi dengan kegiatan pariwisata seperti kunjungan ke destinasi wisata gunung api, atraksi budaya, serta bazar.
“Dengan demikian, Tour de Flores menjadi daya dorong untuk memperkenalkan Flores ke pentas dunia,” kata Marius.
Kejuaraan balap sepeda internasional kalender UCI dengan kategori 2.2 itu terbilang sukses meski baru pertama kali digelar.
Selain banyak tim yang turun, kejuaraan baru pertama kali digelar di Flores ini juga mendapatkan sambutan yang luar biasa dari masyarakat yang juga ingin mengenalkan pariwisata di wilayahnya.(anjas)