Selebriti Cafe Mansion Herman Deru DPRD


YLKI: Peringatan Kesehatan Bergambar Perlu Diperbesar

0

Jakarta, jurnalsumatra.com – Ketua Pengurus Harian Yayasan Lembaga Konsumen Indonesia (YLKI) Tulus Abadi mendesak pemerintah untuk memperbesar peringatan kesehatan bergambar pada bungkus rokok minimal 75 persen.
“Itu sangat mendesak agar konsumen perokok dan nonperokok semakin paham tentang bahaya rokok yang selama ini dimanipulasi industri rokok,” kata Tulus melalui pesan tertulis di Jakarta, Senin.
Tulus juga mendesak pelarangan total iklan dan promosi rokok di semua lini media. Apalagi, saat ini semua negara di dunia telah melarang total iklan dan promosi rokok.
Tulus mengatakan Indonesia saat ini telah mengalami darurat konsumsi rokok karena jumlah perokok aktif menempati posisi ketiga di dunia setelah China dan India. Perokok aktif di Indonesia tidak kurang dari 29,3 persen dari total populasi.
“Konsumsi rokok telah memiskinkan masyarakat, khususnya di rumah tangga miskin. Mereka rata-rata menghabiskan satu bungkus rokok perhari,” tuturnya.
Menurut Tulus, data Badan Pusat Statistik (BPS) setiap tahun menyebutkan konsumsi rokok pada rumah tangga termiskin menempati posisi kedua setelah beras, mengalahkan pembelanjaan untuk telur, daging, susu dan pendidikan anak.
“Karena itu, peringatan Hari Tanpa Tembakau Sedunia sangat relevan.  Bila uang untuk membeli rokok dialihkan untuk konsumsi makanan bergizi seperti susu, daging, telur dan buah, akan membawa dampak yang lebih positif terhadap masyarakat,” katanya.  (anjas)