BULOG NTT Gelar Operasi Pasar Beras Mobile

0

Kupang,jurnalsumatra.com – Badan Urusan Logistik Divisi Regional Nusa Tenggara Timur menggelar operasi pasar bergerak (mobile) khusus beras, untuk memenuhi kebutuhan warga di wilayah provinsi berbasis kepulauan ini.
“Operasi pasar mobile ini dilakukan atas permintaan daerah dan karena itu titik lokasi penjualan menjadi keputusan daerah,” kata Kepala Bagian Humas Perum Bulog Divre NTT Oni Nawa kepada Antara di Kupang, Selasa.
Dia mengatakan, untuk operasi pasar mobile ini Perum Bulog menyediakan beras dan kendaraan dan siap melayani kebutuhan warga di setiap titik wilayah yang ditentukan oleh pemerintah daerah.
Untuk tahapan pertama ini, baru dilakukan untuk Pemerintah Kota Kupang atas kerja sama dengan Dinas Perindustrian dan Perdagangannya.
Bulog NTT kata Oni menyediakan dua truk pengangkut beras dengan total angkutan masing-masing truk sebanyak enam ton dan selanjutnya akan melayani warga di sejumlah titik kelurahan yang ditentukan oleh Dinas Perindustrian dan Perdagngan Kota Kupang.
Terkait harga jual beras dalam Operasi Pasar beras ‘mobile’ itu, Oni menyebut seharga RpRp7.900 per kg atau turun sekitar Rp300/kg dari sebelumnya Rp8.200/kg.
Selain operasi pasar mobile, Bulog NTT juga melakukan pasar murah di sejumlah pasar dan titik lain di Kota Kupang.
Dalam kegiatan pasar murah itu, selain beras, Bulog NTT juga menjual gula pasir yang dibandrol Rp13 ribu untuk setiap kg serta minyak goreng.
“Jadi selain pasar murah Bulog juga lakukan oeprasi pasar. Langkah ini diharap agar bisa memenuhi kebutuhan pangan dalam rumah warga jelang hari raya ini,” katanya.
Terkait stok beras yang dimiliki Bulog NTT saat ini, Oni mengatakan masih aman dan bahkan bisa memenuhi semua kebutuhan warga di provinsi itu untuk tiga bulan ke depan.
Dia menyebutkan stok beras yang dikuasai Bulog Divre NTT saat ini mencapai 34.000 ton lebih dan tersimpan di hampir seluruh gudang Bulog di daerah itu.
Dalam konteks tersebut, warga diminta untuk tidak perlu khawatir dengan pemenuhan kebutuhan beras di dalam rumah tangga.
Karena bisa memenuhi kebutuhan hingga tiga bulan ke depan maka di saat Ramdhan hingga Idul Fitri 1437 Hijriah, kebutuhan beras warga sudah pasti akan bisa terpenuhi.
“Jadi warga tidak perlu khawatir soal beras karena masih sangat cukup hingga akhir perayaan lebaran nanti di sekitar bulan Agustus,” katanya.
Terkait pemantapan stok cadangan beras Bulog di NTT, Oni mengatakan lembaga yang diberikan kewenangan pemerintah menangani beras warga itu, akan terus mendatangkan stok beras dari sejumlah daerah di Indonesia, antara lain dari Jawa, Sulawesi dan Nusa Tenggara Barat (NTB).
Selain itu juga akan membeli beras dari petani di sejumlah daerah kantong beras di NTT antara lain, Kabupaten Kupang dan Manggarai.
Dengan demikian cadangan beras yang ada dan dikuasi Perum Bulog Divre NTT akan bisa memenuhi kebutuhan warga di seluruh wilayah itu.
“Dengan kondisi itu kami berharap warga tidak perlu lagi khawatir dengan beras dan pemenuhan kebutuhan pangan dalam rumah tangganya karena stok selalu tersedia,” kata Oni Nawa.(anjas)