Selebriti Cafe Mansion Herman Deru DPRD Ramadhan


Dishub Lebak Jamin Angkutan Lebaran Laik Operasi

0

     Lebak, jurnalsumatra.com – Dinas Perhubungan Kabupaten Lebak, Provinsi Banten, menjamin berbagai angkutan Lebaran 2016 di daerah setempat laik beroperasi dengan mengoptimalkan pemeriksaan uji kelayakan fisik kendaraan.
“Kami berharap semua angkutan Lebaran sudah dilakukan pemeriksaan uji kelayakan, guna meningkatkan kualitas kenyamanan bagi pemudik,” kata Kepala Dinas Perhubungan Kabupaten Lebak Aladri di Lebak, Selasa.
Selama ini, pihaknya terus menggelar razia angkutan agar semua kendaraan umum yang mengangkut manusia memiliki kelaikan beroperasi.
Selain itu, pengemudi yang tidak membawa surat kendaraan yang lengkap serta mengangkut kelebihan muatan dikenai tindakan tilang (bukti pelanggaran).
Pelaksanaan razia tersebut, katanya, juga menyangkut pemeriksaan masa pengujian kendaraan bermotor (KIR) yang sudah habis.
“Kami menggelar razia ini untuk memberikan rasa aman bagi penumpang, terlebih angkutan Lebaran harus laik jalan,” ujarnya.

     Saat ini, pemilik angkutan melakukan pengujian kendaraan mulai  rem hingga lampu sen, namun jika tidak lulus segera diperbaiki kembali.
Saat ini, jumlah angkutan Lebaran yang disiapkan 200 bus melayani trayek angkutan antar kota dalam provinsi (AKDP) dan antar kota antar provinsi (AKAP).
Pemudik Lebaran diperkirakan H-3 mulai berdatangan memadati Terminal Bus Mandala Rangkasbitung.
Mereka, antara lain pemudik dari Bandung-Jakarta-Tangerang-Merak-Bekasi-Bogor yang berlebaran di kampung halamannya di daerah Kabupaten Lebak, Pandeglang, dan Serang.
Diperkirakan pada Lebaran 2016, penumpang angkutan bus Terminal Mandala Rangkasbitung menurun sekitar 10 persen, karena pemudik banyak menggunakan sepeda motor dan angkutan sewaan.
“Kami yakin Lebaran tahun ini tidak terjadi lonjakan dan sama dengan tahun lalu,” ujarnya.
Irja Karis, pengusaha otobus “RUDI” di Rangkasbitung, mengaku pihaknya menjamin angkutan yang melayani Lebaran dinyatakan laik operasi, karena setiap enam bulan dilakukan pemeriksaan fisik kendaraan.
Pemeriksaan, kata dia, selain mesin juga seluruh komponan kendaraan untuk memberikan kenyamanan bagi pemudik.
“Kami tidak mengoperasikan angkutan yang tidak layak, sebab khawatir menimbulkan kecelakaan lalu lintas,” ujarnya.(anjas)