Selebriti Cafe Mansion Herman Deru DPRD Ramadhan


Panitia SBMPTN Pusat Beri Peringatan Panlok 50/Surabaya

0

Surabaya, jurnalsumatra.com- Panitia Seleksi Bersama Masuk Perguruan Tinggi Negeri (SBMPTN) Pusat akan memberikan peringatan kepada Panitia Lokal (Panlok) 50/Surabaya, jika terbukti bersalah menelantarkan peserta difabel SBMPTN.
Ketua Umum SBMPTN Pusat, Prof Dr Rochmat Wahab MPd MA, di Surabaya, Rabu, mengatakan pihaknya akan melakukan klarifikasi dan memberikan surat peringatan, baik kepada Panlok maupun Penanggung Jawab Lokasi (PJL) jika terbukti bersalah.
“Seharusnya panitia memberikan pelayanan dengan melihat kondisi peserta, apalagi peserta ini merupakan Anak Berkebutuhan khusus (ABK),” katanya di sela kunjungan bersama Menteri Riset Teknologi dan Pendidikan Tinggi (Menristekdikti).
Ia mengatakan PJL yang berada di tempat seharusnya mengetahui jika ada peserta berkebutuhan khusus di lokasinya, apalagi nama-nama dan lokasi peserta difabel sudah menyebar tiga hari sebelum pelaksanaan berlangsung.
“Jika memang terbukti tidak sanggup memberikan pelayanan bagus, maka tahun depan akan kami alihkan ke kampus lainya,” tutur Rektor Universitas Negeri Yogjakarta itu.
Wakil Rektor I Universitas Islam Negeri Sunan Ampel (UINSA), Samsul Huda menolak jika kampusnya disalahkan oleh panitia pusat.
“Kami tidak mau disalahkan begitu saja. Kami baru tahu waktu membuka naskah soal, seharusnya panlok memberikan informasi supaya kami bisa mempersiapkan lokasi untuk ABK,” ujarnya.
Jika sampai surat keterangan itu turun, lanjut Samsul, pihaknya akan terus memberikan fakta dan klarifikasi kepada panlok atas kejadian tersebut.
Sementara itu, Ketua Panlok 50, Yuni Sri Rahayu, juga tidak mau disalahkan, karena pihaknya sudah memberi pengarahan dan juga menyerahkan ujian terhadap PJL.
“Kami sudah memberi pengarahan, seharusnya ABK diletakkan di dekat PJL sehingga tidak jauh-jauh dari pengawas yang biasanya membacakan naskah soal, bahkan kami sudah menyediakan pengawas dari panlok,” terangnya.
Menurut Pembantu Rektor I Universitas Negeri Surabaya (Unesa), pengawas dari panlok pun sudah disediakan, bukan dari pihak keluarga supaya hasilnya bisa dipertanggungjawabkan.
“Dari kejadian itu, kami berharap tahun depan tidak ada kesalahan lagi. Tahun depan akan kami koordinasikan, kemungkinan ABK akan dikumpulkan menjadi satu lokasi,” tandasnya.
Sebelumnya, peserta ABK, Alfian Andika Yudistira mengikuti ujian SBMPTN di UINSA ditempatkan di selasar gedung Fakultas Tarbiyah.
Setelah selesai mengikuti Tes Potensi Akademik (TPA), Alfian langsung dipindah ke ruang khusus di lantai 1 untuk mengikuti Tes Kemampaun Dasar (TKD).(anjas)