Fakultas Kedokteran Jadi Prodi Favorit Adik Papua

0

Sorong, jurnalsumatra.com – Fakultas Kedokteran menjadi program studi (prodi) idaman sebagian besar calon peserta Afirmasi Pendidikan (ADiK) Papua.
“Sebagian besar calon peserta banyak yang ingin masuk ke fakultas kedokteran,” ujar Dirjen Pembelajaran dan Kemahasiswaan (Belmawa) Kementerian Riset, Teknologi dan Pendidikan Tinggi (Kemristekdikti), Prof Intan Ahmad, di Sorong, Papua Barat, Sabtu.
Dirjen Intan yang meninjau langsung pelaksanaan seleksi ADiK Papua tersebut menambahkan, selain kedokteran fakultas lain yang menjadi primadona adalah fakuktas teknik.
Setiap calon peserta diperkenankan memilih tiga program studi yang diinginkan.
Meski demikian, dia meminta agar calon peserta bisa menilai kemampuan mereka sendiri.
“Jika memang dirasa mampu, tidak apa-apa,” lanjut dia.
Intan menyebut program ADiK Papua merupakan program afirmasi pendidikan tinggi yang diperuntukkan bagi putra-putri asli Papua.
Seleksi dilakukan melalui dua tahap yakni administrasi dan ujian tulis.
“Program ini menunjukkan bahwa negara hadir, memberikan layanan pada anak-anak yang berada di daerah Terpencil, Terdepan dan Terluar (3T).”
Menurut dia, seleksi untuk anak-anak di daerah 3T termasuk Papua dan Papua Barat tidak bisa disamaratakan dengan ujian seleksi masuk Perguruan Tinggi Negeri (PTN) lainnya.
“Untuk itu perlu afirmasi bagi anak-anak tersebut,” cetus dia.
Mengenai kuota pada setiap universitas, Intan menyebut pihaknya menyerahkan pada setiap universitas.
Program tersebut merekrut calon mahasiswa terbaik di setiap Kab/Kota di Provinsi Papua dan Papua Barat  untuk ditempatkan di 48 Perguruan Tinggi Negeri (PTN) terbaik dan 22 Politeknik negeri di seluruh Indonesia.
Para siswa diutamakan bagi yang memilih program studi sesuai dengan kebutuhan daearahnya seperti ilmu kesehatan, ilmu teknik, ilmu pertanian, ilmu lingkungan, pertambangan dan ilmu pendidikan.
Bantuan biaya hidup secara langsung ke rekening masing-masing sebesar Rp6.000.000 per semester dan bantuan biaya pendidikan kepada PTN pelaksana sebesar Rp2.400.000 per semester per mahasiswa.
Seorang calon peserta ADiK Papua, Abneur Sangeuw, mengatakan dirinya mendaftar di Fakultas Kedokteran Universitas Airlangga.
“Saya memang ingin menjadi dokter, karena di Papua masih banyak daerah yang membutuhkan dokter,” kata Abneur.(anjas)