RPH Palembang Belum Layak

0

Palembang, jurnalsumatra.com – Pemerintah Kota (Pemkot) Palembang didesak untuk segera melakukan pembenahan rumah potong hewan (RPH). Sebab, kondisi RPH yang berada di dalam lingkungan kantor Dinas Pertanian, Perikanan, dan Kehutanan (DP2K) Palembang dinilai belum layak, untuk itu sebaiknya RPH untuk dibenahi sesegera mungkin.

Setiap harinya, RPH tersebut hanya mampu menampung pemotongan untuk 12 ekor sapi saja. Padahal, idealnya kebutuhan daging sapi di Palembang setiap harinya mencapai 30 ekor.

Kepala Dinas Perindustrian dan Perdagangan (Disperindag) Sumsel Permana menyatakan, jika kapasitas RPH yang dimiliki Pemkot Palembang saat ini sangat tidak layak untuk kategori kota metropolitan. Rencana revitalisasi RPH untuk dijadikan modern yang sesuai dengan standar internasional haruslah segera dilaksanakan.

“RPH internasional itu dibutuhkan segera, kalau bisa dianggarkan melalui APBD (Anggaran Pendapatan dan Belanja Daerah) Perubahan Palembang sehingga segera dapat melayani kebutuhan daging sapi segar di Palembang,”kata Permana, Kamis (9/6).

Selama ini, Permana menyatakan jika pemotongan sapi yang diklaim RPH bisa mencapai 30 ekor per hari, karena dilegalkannya pemotongan sapi di beberapa lokasi di sekitar RPH. Lokasi tersebut tersebar disekeliling RPH Gandus untuk menjaga pasokan daging segar ke pasaran.

“Padahal tidak ada aturan yang memperbolehkan pemotongan hewan diluar RPH milik pemerintah, sehingga kami meminta Pemkot Palembang dengan tanggap memperhatikan hal tersebut,”ujarnya.

Bahkan, Permana menyebutkan selain di sekeliling RPH Gandus, pemotongan hewan ilegal juga banyak ditemukan di kawasan Talang Keramat Kenten dan perbatasan Palembang-Ogan Ilir.

“Kenapa kami desak Palembang, karena kalau Kabupaten/Kota lainnya tidak terlalu banyak permintaan dagingnya. Ini kan kota, ikon ibukota provinsi, sehingga harus segera memperhatikan ketersediaan kebutuhan daging bagi masyarakat,”tukasnya. (eka)

Share.