Selebriti Cafe Mansion Herman Deru DPRD


Kota Kupang Batasi Operasional Hiburan Malam

0

     Kupang, jurnalsumatra.com – Pemerintah Kota Kupang segera menerbitkan edaran pembatasan jam operasional tempat hiburan malam termasuk lokalisasi selama Ramadhan untuk menghormati umat muslim yang berpuasa.
“Sedang diproses edarannya dan selanjutnya langsung diberlakukan,” kata Kepala Bagian Hukum Sekretariat Daerah Kota Kupang Alan Yoga Girsang kepada Antara di Kupang, Jumat.
Edaran pembatasan jam operasional tempat hiburan malam yang mengacu kepada Peraturan Daerah tentang Ketertiban Umum, Perda Lokalisasi dan Perda tentang Pemondokan itu sudah setiap tahun ada dan harus dilakukan di daerah ini sebagai bentuk penghormatan dan pengembangan nilai toleransi antarwarga.
Meski masih sedang diproses, namun atas nama tiga peraturan daerah itu, dinas dan instansi teknis lainnya seperti Satpol PP dan dinas lainnya harus sudah melakukan pengawasan sejak awal puasa lalu.
Aksi Satpol PP dan sejumlah dinas serta instansi itu dimaksud sebagai bagian dari langkah persuasif. “Jadi saatnya ketika edaran sudah ada, langsung ditindak jika masih melawan,” katanya.
Kepala Satuan Polisi Pamong Praja Kota Kupang Thomas Dagang terpisah mengaku sedang melakukan pemantauan lapangan atas sejumlah tempat hiburan malam. “Personel kita sedang lakukan pemantauan lapangan sambil menanti edaran. dan akan kita lakukan hingga selesai lebaran,” katanya.

     Pada saatnya nanti, kata Thomas, aksi pengawasan itu akan melibatkan Polres Kupang Kota, Dinas Pariwisata, Dinas Kependudukan dan Dinas Sosial. “Itu akan kita komunikasikan,” katanya.
Masih beraktivitas
Seorang pekerja di Lokalisasi ‘Karang Dempel’ Kota Kupang, Mami M terpisah mengaku lokalisasi yang berada di Kecamatan Alak ujung timur Kota Kupang itu masih beraktivitas normal.
“Kami masih melayani tamu seperti biasa dengan waktu normal yang ada, karena belum terima edaran soal pembatasan waktunya,” katanya.
Menurut dia, jam operasi aktivitas warga di lokasi empat blok itu selama ini dimulai sejak pukul 08.00 Wita sampai pukul 23.30 Wita. “Karena belum ada pembatasan waktu, maka kami masih buka normal,” katanya.
Sebagaimana tahun sebelumnya, kata Mami, pada bulan Ramdahan akan ada edaran pembatasan jam aktivitas yang disampaikan kepada seluruh penghuni dan pekerja di lokasi itu. “Atas dasar edaran itulah, kami harus sampaikan kepada para pelanggan kami untuk ikut taat,” katanya.
Dia mengaku meski masih buka normal, namun ada banyak kamar yang sedang kosong, karena telah ditinggal mudik pengontraknya. “Rata-rata sudah pulang mudik sejak awal puasa lalu dan akan terus sampai jelang lebaran nanti. Akan ada banyak kamar yang kosong,” katanya.
Dia mengaku dari 169 penghuni lokasi empat blok itu, sebagian besarnya adalah warga berasal dari Pulau Jawa, Sulawesi dan Nusa Tenggara Barat (NTB). “Lokalan juga ada meski tidak sebanyak dari Jawa dan daerah lainnya tadi,” katanya.
Dia menegaskan akan menerapkan pembatasan aktivitas layanan, jika edaran Pemerintah Kota Kupang sudah disampaikan. “Edaran itulah yang kami tunggu untuk penyampaian kepada pelanggan,” kata Mami.(anjas)