Selebriti Cafe Mansion Herman Deru DPRD


Maya Mudzakir Hijabnya Pengaruhi Keluarga dan Lingkungan

0

Palembang, jurnalsumatra.com – Punya banyak prestasi didalam kampus maupun diluar kampus selain cantik, juga menjadi dosen termuda di Universitas Islam Negeri Raden Fatah Palembang, yang mempunyai impian pengen jadi wanita berpengaruh dan menginspirasi banyak orang.

Dalam perbincangan dengan jurnalsumatra.com dara cantik yang terlahir nama lengkap Maya Novita Sari, tapi lebih dikenal dengan nama Maya Mudzakir ini, mengatakan bagaimana awalnya dirinya mulai mengenakan hijab. “Waktu aku ikut paskibra rambutku yang biasa panjang harus dipotong pendek dan aku belum terbiasa dengan rambut yang pendek, jadi malu terlihat pendek dan akhirnya aku mengenakan hijab, maksudnya untuk menutupi rambut, sebab sejak dari kecil aku tidak pernah rambut pendek” ungkap anak pertama, 4 saudara dari kedua orang tua asal dari Jawa Timur ini.

Dikatakannya, setelah ikut paskibra dan seiring waktu, saat masuk Rohis di sekolahnya SMA Negeri 9, ternyata pake hijab lebih nyaman didukung juga dari organisasi Rohis yang lingkungan nya sangat mendukung untuk perbaikan imtaq, bermula dari sanalah dirinya mempunyai niat untuk tetap istiqomah memperbaiki diri, penampilan sesuai dengan tuntunan islam juga memperbaiki akhlak dan Alhamdulillah hidayah datang dengan sendirinya. Insallah aku akan tetap istiqomah sampai sekarang ini. “Padahal kalau dalam keluarga sich belum ada yang berhijab malah Maya yang pertama berjilbab alhamdulillah sekarang adik-adik juga sepupu begitupun ibu malah ikutan hitjrah berhijab semua,” ungkapnya.

“Dengan ikutan organisasi Rohis hati Maya semangkin mantap dan memutuskan berhijab, mungkin hidayah yang Allah kasih dengan cara begitu pas waktu itu kelas 1 SMA langsung istiqomah untuk berhijab sampai sekarang” ujar dara kelahiran Palembang 22 November 1991 ini.

Sejak dirinya mengenakan hijab, malah sering di minta untuk menjadi juri fashion muslimah dan juga juri hijabstyle dan di minta dari IPPNU untuk menjadi juri hijab dan make up dalam acara pesona ramadhan, setelah menamatkan sekolah di SMA Negeri 9 Palembang dan melanjutkan kuliah di Universitas Islam Negeri Raden Fatah Palembang, jurusan Managemen Pendidikan, masuk pada tahun 2009 dan lulus tahun 2013, juga mendapatkan predikat mahasiswa berprestasi dan mendapatkan beasiswa Pasca Sarjana di UIN Raden Fatah Palembang, yang sekarang dirinya sudah semester akhir, sedang menyelesaikan bab akhir.

Menurutnya selama berhijab pada waktu kuliah, merasa nyaman, karena lingkungan yang agamis dan dirinya masih ikutan Liqo dengan anak-anak lembaga dakwah kampus dan malah mendapat support untuk terus lebih baik.

Begitupun dilingkungan kerja juga sama temen-temannya pada welcome. “Kalo dengan sahabat Maya dulu, Maya sering jadi bercandaan, tapi untuk lucu-lucuan aja.. kaya misal “Nanti kita jalan, tapi Maya jangan lupa sekalian bawa tasbihnya” but finally sahabat-sahabat Maya sekarang malah hijrah berhijab sedangkan ibu bilang *malu anaknya behijab masa ibu nya enggak, jadi belajar behijab juga dan setelah berhijab lebih merasa punya identitas sebagai seorang muslimah dan lebih nyaman tentunya. Dikatakannya, dari berhijab merasa memiliki tanggung jawab lebih “Memperbaiki diri bukan cuma sebatas penampilan.. tapi juga hati” (Hati yang juga perlu ditata).

Kegiatannya sekarang masih berkecimpun di dunia seni dengan usaha Sanggar Tari dan Maya pernah membuat projek pengembangan seni yang ada di Sumsel, dan terakhir mendesign pementasan yang berjudul Pulo Kemaro.

“Next Maya dan teman-teman juga Insaallah akan membuat tarian khas Palembang, Putri Kembang Dadar dan Juga Putri Rambut Selako. Serta karya-karya lainnya, selain usaha sanggar (Sanggar Permata Management)” ungkap dara yang juga menjadi Pengajar di UIN Raden Fatah Palembang.

Diakuinya, meskipun berhijab, masalah rambut masih tetap di urus, jadi tetap sehat, karena mempunya teman yang pakar rambut dari Makarizo jadi enggak susah bertanya kalau misalnya rambutnya ada masalah.

“Untuk wanita muslim yang belum berhijab, percantik diri dengan penampilan islami dan lilata’alla karena Allah, bukan karena trend, bukan juga karena ikut-ikutan teman, tapi berhijab karena Allah kalau ingin lebih dekat dengan Nya” sarannya, yang lebih dikenal dengan nama Maya Mudzakir dibanding nama aslinya Maya Novita Sari karena dilingkup mana saja, semua mengenalnya dengan nama Maya Mudzakir di mana saja dirinya suka, keseringan menulis nama Maya Mudzakir kecuali yang berkaitan dengan sertifikat atau berkas-berkas lainnya, tegasnya. (edchan)