Selebriti Cafe Mansion Herman Deru DPRD


PEMKAB Minta Petani Tingkatkan Kualitas Produk Pertanian

0

Lebak, jurnalsumatra.com- Pemerintah Kabupaten Lebak, Banten meminta petani meningkatkan kualitas produk komoditas  pertanian untuk menghadapi pemberlakuan Masyarakat Ekonomi ASEAN (MEA).
“Kita harus bersaing meningkatkan kualitas produk pertanian dan jangan sampai kalah oleh negara tetangga,” kata Kepala Dinas Pertanian Kabupaten Lebak Dede Supriatna di Lebak, Rabu.
Potensi pengembangan produk pertanian di Kabupaten Lebak cukup prospektif dan berpeluang untuk merebut pasar global karena didukung lahan yang begitu luas.
Beberapa produk komoditas pertanian hortikultura sudah menembus Pasar Mancanegara, seperti manggis dan tangkue.
Produk unggulan pertanian hortikultura tersebut telah diekspor ke sejumlah negara di Timur Tengah dan Benua Eropa.
Untuk itu, pihaknya meminta petani terus meningkatkan kualitas komoditas pertanian lainnya, diantaranya hortikultura, palawija dan pangan.
Apalagi, saat ini sudah diberlakukan MEA sehingga dituntut meningkatkan sumber daya manusia (SDM).
Sebab jika petani tidak mempersiapkan terlebih dahulu dipastikan akan kalah bersaing dengan produk pertanian negara lain.
Ia juga menyatakan, saat ini Pemkab Lebak mengembangkan berbagai jenis tanaman, baik pertanian pertanian seperti padi dan palawaji maupun hortikultura.
Pengembangan tanaman hortikutura menjadikan skala prioritas karena permintaan pasar relatif tinggi dan menguntungkan petani.
Pemerintah daerah kini mengembangkan sebanyak 17 komoditas tanaman hortikultura, diantaranya alpukat, belimbing, dukuh, sawo, durian, mangga, manggis, rambutan, pepaya, salak, pisang, nangka, dan nenas.
Pengembangan tanaman buah-buahan yang sudah berjalan di Kabupaten Lebak, yakni manggis di Kecamatan Cipanas, Bayah, Lebakgedong, Sobang, dan Muncang.
Selain itu, durian di Kecamatan Leuwidamar, Gunungkencana, Cirinten, Muncang, dan Bojongmanik.
Kawasan buah duku di Kecamatan Warunggunung, Cikulur, dan Cibadak.
Komoditas mangga di Kecamatan Panggarangan, Malingping, Cihara, dan Bayah, sedangkan rambutan dan salak di Kecamatan Maja, Cimarga Curugbitung, Rangkasbitung, Cijaku, Leuwidamar, dan Sajira.
Produksi komoditas pertanian hortikultura sekitar 8.694.984 kuintal dengan luas 389.204 hektare.
“Kami menargetkan tahun ini produktivitas tanaman hortikultura meningkat dan kualitasnya lebih baik lagi sehingga  bisa bersaing dengan pasar bebas,” ujarnya.
Seorang petani rambutan di Kecamatan Curugbitung Kabupaten Lebak Ahmad (50) mengaku dirinya siap menghadapi MEA karena kualitas produksi sudah menembus pasar Timur Tengah.
“Kami berharap pasar bebas MEA itu dapat mendongkrak pendapatan ekonomi petani,” ujarnya.(anjas)