Tiga Desa Di Temanggung KLB DBD

0

     Temanggung, jurnalsumatra.com – Kasus deman berdarah dengue (DBD) di tiga desa di Kabupaten Temanggung, Jawa Tengah, yakni Parakan Wetan, Ngentak Kedu, dan Ngijingan Candimulyo dinyatakan sebagai kejadian luar biasa (KLB) oleh Dinas Kesehatan setempat.
Kepala Dinas Kesehatan Kabupaten Temanggung, Supardjo di Temanggung, Kamis, mengatakan saat ini terjadi tiga KLB DBD di tiga desa, satu di antara korban meninggal, yakni seorang anak berusia sembilan tahun di Parakan Wetan, Kecamatan Parakan.
Ia menyebutkan di Dusun Ngentak ditemukan enam penderita DBD dan di Dusun Ngijingan ditemukan lima kasus DBD. Kasus DBD di dua dusun ini merupakan kasus baru karena sebelumnya tak ada kejadian DBD di daerah itu.
“Sebagian kasus DBD disebabkan oleh penularan setempat dan sebagian lainnya korban sebelumnya tinggal di luar daerah,” katanya.

     Ia menuturkan KLB DBD sebelumnya hanya terdapat di dua desa, yakti di Dusun Ngijingan, Desa Candimulyo, Kecamatan Kedu dan di Desa Pagergunung wilayah Kecamatan Pringsurat. Namun KLB DBD di Pringsurat, saat ini sudah selesai.
Ia mengatakan satu korban yang meninggal di Parakan Wetan, sebelumnya pernah berobat di RSK Ngesti Waluyo dengan gejala mimisan. Setelah pulang ke rumah ternyata demam tinggi, lalu berobat lagi ke RSK dan diagnosisnya ternyata positif DBD, kemudian dirujuk ke RS Sardjito dan meninggal.
Ia menyebutkan total kasus DBD di Temanggung sejak Januari 2106 hingga saat ini mencapai 260 orang. Para penderita ini tersebar di enam kecamatan, yakni Pringsurat, Kranggan, Kedu, Parakan, Ngadirejo, dan Kledung.
“Kami sudah melakukan fogging atau pengasapan di semua lokasi yang sudah ada temuan positif DBD. Namun yang paling efektif adalah pemberantasan sarang nyamuk,” katanya.(anjas)