Selebriti Cafe Mansion Herman Deru DPRD


Nama Warung Tidak Dukung Wisata Halal Ditertibkan

0

Mataram, jurnalsumatra.com- Pemerintah Kota Mataram, Nusa Tenggara Barat, segera menertibkan sejumlah nama warung dan rumah makan yang dinilai tidak sejalan dengan visi kota itu untuk mendukung wisata halal daerah ini.
“Dari evaluasi beberapa warung dan rumah makan memiliki nama yang tidak sejalan dengan visi Kota Mataram yang maju, religius dan berbudaya,” kata Asisten I Bidang Tata Praja Setda Kota Mataram Lalu Indra Bangsawan seusai memimpin rapat persiapan penertiban nama rumah makan, di Mataram, Senin.
Menurutnya, nama rumah makan yang dinilai tidak mendukung visi kota itu antara lain rumah makan babi, sate babi, warung nasi goreng setan atau mi setan dan lainnya.
“Berdasarkan hasil evaluasi dan laporan, terdapat 10 rumah makan dan warung yang dinilai tidak mendukung visi kota,” kata Indra.
Ia mengatakan, sekitar 10 rumah makan dan warung itu berada di dua kecamatan dari enam kecamatan di Kota Mataram, yakni di Kecamatan Cakranegara dan Mataram.
Karenanya, dalam rapat persiapan penertiban nama rumah makan yang dinilai tidak sejalan dengan visi kota, dua camat tersebut turut dihadirkan termasuk lurah serta Satpol PP Kota Mataram.
Dengan demikian, para camat dan lurah menjadi aparat pertama melakukan upaya pendekatan persuasif kepada warganya dan meminta pemilik warung mengganti nama rumah makannya.
“Misalnya, rumah makan babi atau sate babi diganti rumah makan khas Bali atau nama lainnya yang lebih halus,” katanya mencontohkan.
Dia berharap, setelah adanya peneguran dan upaya persuasif dari aparat kecamatan dan kelurahan, para pemilik rumah makan bisa mengikuti aturan.
“Jika tidak, kami terpaksa menurunkan papan nama milik mereka dengan bantuan Satpol PP Kota Mataram. Tapi kami yakin, dengan upaya persuasif mereka pasti bisa mengerti,” katanya.
Indra menambahkan, upaya ini menjadi bagian dalam mendukung upaya pemerintah mewujudkan wisata halal, apalagi dalam waktu dekat Kota Mataram akan menjadi tuan rumah Musabaqah Tilawatil Quran (MTQ) tingkat nasional ke-26.