Selebriti Cafe Mansion Herman Deru DPRD


KPBI: Tito Bertindak Represif Di Polda Metro

0

     Jakarta, jurnalsumatra.com – Konfederasi Persatuan Buruh Indonesia (KPBI) menilai calon tunggal kepala Polri Tito Karnavian memiliki catatan hitam karena bertindak represif saat menjabat sebagai kepala Polda Metro Jaya.
“Tito Karnavian memiliki rekam jejak penggunaan kekerasan berlebihan dan tidak perlu saat pembubaran paksa aksi damai buruh menolak PP Pengupahan,” kata Pimpinan Kolektif KPBI Michael melalui siaran pers di Jakarta, Selasa.
Michael mengatakan saat aksi damai buruh menolak PP Pengupahan di Istana Presiden pada 30 Oktober 2015, Tito masih menjabat sebagai kepala Polda Metro Jaya. Saat itu, polisi membubarkan paksa massa buruh dengan alasan melanggar batas waktu aksi.
Tidak hanya itu, Michael mengatakan polisi juga memukuli buruh dan merusak mobil komando aksi buruh dengan brutal. Ujung peristiwa itu adalah 26 aktivis buruh dikriminalisasi dan saat ini menjadi pesakitan di Pengadilan Negeri Jakarta Pusat.

     “Delapan anggota KPBI termasuk terdakwa yang menjadi pesakitan di Pengadilan Negeri Jakarta Pusat. Buruh yang melanggar batas waktu aksi dikriminalisasi, tetapi mengapa polisi yang memukuli dan merusak tidak mendapatkan sanksi?” tanyanya.
Tindakan represif personel Polda Metro Jaya di bawah kepemimpinan Tito Karnavian juga terlihat dalam penggusuran-penggusuran yang terjadi di Jakarta.
Michael menilai Pemerintah Provinsi DKI Jakarta menggunakan tangan besi ketika mengusir warga dari Kampung Pula dan Kalijodo secara paksa.
Sebelumnya, Presiden Jokowi mengajukan Komjen Polisi Tito Karnavian yang kini menjabat sebagai Kepala Badan Nasional Penanggulangan Terorisme (BNPT) sebagai calon Kapolri kepada DPR.
“Nama yang diajukan Presiden adalah Komjen Tito Karnavian,” kata Staf Khusus Presiden Johan Budi.(anjas)