Pemudik Waspadai Lintas Timur Riau-Sumatera Utara

0

     Pekanbaru, jurnalsumatra.com – Pemerintah Provinsi Riau telah memetakan ruas jalan dalam kondisi rusak dan titik rawan kemacetan saat arus mudik Lebaran tahun ini, di antaranya para pemudik perlu mewaspadai jalur lintas Riau-Sumatera Utara karena masih dalam perbaikan.
Kepala Dinas Perhubungan Provinsi Riau, Rahmat Rahim di Pekanbaru, Selasa, mengatakan, jalur lintas Timur menuju Utara lebih rawan terjadi kecelakaan dibanding lintas Timur menuju Selatan ke arah Provinsi Jambi dan lintas Barat menuju Provinsi Sumatera Barat.
“Detail titik jalan rusak itu ditemukan seperti di Minas kilometer 32, lalu Kandis kilometer 54, Jembatan Mandau kilometer 112, sepanjang Simpang Kulim-Simpang Batang dan daerah Simpang Balam di Bagan Batu, Kabupaten Rokan Hilir menuju Sumut,” ucapnya.
Rahmat menjelaskan, sepanjang titik-titik tersebut sedang dilakukan ‘rigid pavement’ atau pengerasan jalan dengan menggunakan beton semen atau perkerasan bersifat kaku oleh karena kontur tanahnya labil.
Pihaknya telah mendapat laporan dari instansi terkait bahwa rigid pavement pada jalur lintas tersebut, saat ini masih dilakukan pengerjaan dan separuh badan jalan telah selesai, dari total ratusan meter atau beberapa kilometer jalan lintas Timur itu.

     “Kami berharap pengerjaannya bisa segera rampung sebelum Lebaran, sehingga tidak menghambat para pengendara terutama pemudik baik dari Riau menuju Sumut atau sebaliknya,” terang dia.
Ia mengatakan, pihaknya telah melakukan kerja sama dengan aparat Kepolisian Daerah Riau dan PT Jasa Raharja (Persero) setempat untuk melakukan sosialisasi keselamatan pengguna angkutan darat jalur lintas tersebut.
Data angkutan Lebaran tahun 2015 menyebutkan, jumlah pemudik menggunakan angkutan transportasi darat di Provinsi Riau mengalami penurunan sekitar 24,94 persen atau dari 33.199 orang tahun 2014 menjadi 24.920 orang penumpang.
“Untuk tahun ini, kurang lebih kondisinya sama karena kita melihat banyaknya kendaraan terutama pribadi dan ditambah lagi persaingan antarmoda transportasi di provinsi ini,” kata Rahmat.
Direktur Lalu Lintas Polda Riau, Kombes Pol Guritno Wibowo mengaku, telah berkoodinasi dengan instansi terkait untuk menempatkan alat berat di sejumlah titik rawan longsor seperti jalur lintas Barat menuju Sumatera Barat.
Meski kondisi jalan lintas tersebut relatif bagus, tapi bukan jaminan bagi kelancaran berlalu-lintas karena kondisi alam dan cuaca yang tidak bia dipresiksi dan dapat menjadi penyebab terganggunya arus mudik.
“Jelasnya, akan ada penempatan alat berat di titik rawan,” tegas Guritno.(anjas)