Selebriti Cafe Mansion Herman Deru DPRD


Tiang Lintrik & Telepon Dipenuhi Spanduk Produk Rokok

0
produk-rokok

Tiang Lintrik & Telepon Dipenuhi Spanduk Produk Rokok

BANYUASIN, jurnalsumatra.com– Terpasangnya salah satu produk rokok membuat khawatir  orang tua dan tokoh pemuda Banyuasin III Kabupaten Banyuasin, akibat negatif yang akan berdampak untuk mencobanya. Apalagi produk salah satu rokok ini cukup murah dengan harga Rp 10 ribu/bungkus.

Untuk memasang produk itu tiang listrik dan telepon yang berdiri kokoh di Jalan lintas timur Palembang-Jambi tepatnya di depan Masjid Jumhuriyah Kelurahan Pangkalan Balai Kecamatan Banyuasin III Kabupaten Banyuasin, menjadi sasaran dipenuhi spanduk salah satu produk rokok ini.

Selain itu, dapat merusak pemandangan sehingga tidak sedap dipandang mata. “Saya kurang tahu siapa orang  yang  memasangnya. Tapi yang jelas  Jum’at (kemarin) ada sekitar empat orang  memakai mobil yang memasangnya,”jelas Tia (29) Warga Pangkalan Balai, Senin (20/6) 2016.

Dia  menambahkan, banyaknya beredar spanduk produk rokok disepanjang jalan menimbulkan efek yang kurang bagus di masyarakat.

“Kebetulan suami saya tidak merokok jadi saya kurang senang dengan namanya rokok, saya sangat menyayangkan dengan spanduk iklan rokok di jalan raya seperti ini, sebab banyak sekali anak-anak sekolah yang lewat melihat, pasti timbul hasrat dihati mereka ingin mencoba dan akhirnya kebiasaan membeli. serta, merokoknya”cetusnya.

Dirinya berharap Pemerintah Kabupaten Banyuasin agar tidak mudah memberikan izin dan tidak membiarkan beredarnya spanduk di sepanjang jalan raya ini.

“Saya kira pemerintah harus bertindak dan tidak mudah memberikan izin untuk melakukan pemasangan spanduk, kalaupun tidak melalui izin harusnya pemerintah harus berikan sangsi terhadap oknum yang memasang spanduk di jalan raya ini”harapnya.

Sementara itu, menurut Agustaf Husaini, Sekjen Angkatan Muda Banyuasin (AMB) mengatakan, kalau spanduk yang ada saat ini menyalahi aturan bahkan tidak sesuai dengan Perda No 10 tahun 2009, tentang ketertiban umum dan ketentraman, yang bertujuan untuk kenyamanan umum. Larangan memasang baleho, spanduk, iklan.

“Sebenarnya produk rokok tidak boleh sosialisasi secara terang-terangan, sebab di kemasan rokok telah jelas ditulis tidak diperjual belikan kepada anak-anak,dan bahkan diberi gambar bahwa merokok itu merusak kesehatan serta perekonomian malahan sekarang spanduknya bertebaran bebas disepanjang jalan raya.”ucapnya.

Dia menyayangkan dengan maraknya spanduk iklan rokok disepanjang jalan raya saat ini.

“Ya dengan banyaknya spanduk rokok dijalan raya saat ini dampaknya sangat berbahaya sekali. Saya sebagai warga sekaligus tokoh pemuda menyayangkan dengan bebasnya spanduk rokok dipasang. Siapa yang mengeluarkan izin, apakah tidak dipelajari lagi dampaknya kalau spanduk rokok ini diberikan izin,”tandasnya.(Lubis)