Volume Sampah Di Bantul Meningkat Lima Persen

0

     Bantul, jurnalsumatra.com – Pejabat Dinas Pekerjaan Umum Kabupaten Bantul, Daerah Istimewa Yogyakarta, menyatakan volume sampah di daerah ini selama bulan Ramadhan 1437 Hijriyah meningkat sekitar lima persen dibanding hari-hari sebelumnya.
“Untuk volume sampah memang ada peningkatan, tetapi tidak begitu signifikan, masih kecil, paling hanya sekitar lima persen,” kata Kepala Unit Pelaksana Teknis (UPT) Kebersihan Pertamanan, Persampahan dan Permakanan (KP3) Dinas PU Bantul, Surono di Bantul, Kamis.
Menurut dia, jika volume sampah Bantul yang terangkut ke Tempat Pembuangan Akhir (TPA) sampah Piyungan per hari rata-rata sekitar 70 ton sampah baik sampah rumah tangga, industri dan sisa makanan, maka selama bulan puasa ini meningkat menjadi sekitar 73 ton sampah.
“Peningkatan volume sampah ini berarti masih berasal dari warga Bantul saja, dan mayoritas jenis sampah rumah tangga, karena selama puasa ini hampir semua warga membuat takjil (makanan untuk berbuka puasa),” katanya.

      Ia mengatakan, puluhan ton sampah di Bantul itu dievakuasi petugas dari dari tempat pembuangan sementara (TPS) sampah yang berjumlah 203 lokasi, baik TPS rumah tangga, TPS lembaga pendidikan, TPS instalasi kesehatan, TPS sampah industri dan TPS sampah lain.
Sementara itu, ditanya terkait sampah kertas sisa petasan selama bulan Ramadhan ini, Surono mengatakan, masih ditemukan di beberapa spot-spot wilayah Bantul, namun jumlahnya tidak signifikan, berbeda dengan tahun-tahun sebelumnya yang masih banyak dijumpai.
“Sampah sisa petasan tidak begitu signifikan, beda dengan tahun kemarin yang banyak muncul di kawasan Trirenggo dan Lapangan Paseban, namun tahun ini jarang ditemukan, mudah-mudahan sampai akhir puasa tidak muncul,” katanya.
Namun demikian, kata Surono, selama puasa ini pihaknya justru menjumpai sejumlah titik yang menjadi tempat pembuangan sampah liar, meskipun di sekitar lokasi pembuangan itu sudah dipasang papan bertulis dilarang membuang sampah.
“Sampah-sampah liar justru ada, seperti di sekitar Jalan Parangtritis itu ketika saya survei sudah ada lagi, padahal di sebelahnya sudah saya tulisi larangan membuang sampah. Rencananya sampah liar ini akan dievakuasi setelah puasa,” katanya.(anjas)